Konten Kreator Jadi Primadona, 60 Pemuda Bojonegoro Ikut Bootcamp Wiramuda 2025 di Gallery Zahida

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com – Bidang konten kreator menjadi primadona dalam ajang Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda dan Kompetisi Wiramuda Bojonegoro 2025. Dari sekian bidang yang dibuka, konten kreator berhasil menjaring 60 peserta, jumlah tertinggi dibanding bidang lainnya. Kegiatan ini berlangsung pada 23–25 September 2025 di ruang pelatihan Gallery Zahida, Jalan KH Mansyur 58 Bojonegoro.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menegaskan bahwa tren minat pemuda di bidang konten kreator patut diapresiasi.

"Memang pemuda kita lebih banyak memilih bidang konten kreator daripada yang lain. Harapan kami, mereka bisa lebih kreatif lagi, menemukan inovasi baru, sekaligus mengangkat nama Bojonegoro lewat karya digital," ujar Kepala Dinpora, Arief Nanang saat dijumpai blokBojonegoro.com disela aktivitas hari pertama meninjau bootcamp wiramuda bidang konten kreator, Selasa (23/9/2025). 

Hari pertama bootcamp dibuka dengan pre-test dan sesi success story dari Pimpinan LPK Zahida sekaligus owner Zahida Painting, Siti Nurhidayah. Ia mengajak peserta untuk percaya diri menapaki jalan konten kreator.

"Saya ingin menularkan pengalaman bahwa berangkat dari hobi bisa menjadi sumber cuan. Asal konsisten, peluang di dunia digital ini sangat besar," tegasnya di hadapan peserta.

Sesi dilanjutkan dengan materi tentang strategi meraup cuan lewat aplikasi digital oleh Dwi Firmansyah, digital marketing expert sekaligus owner DTECHMEDIA. 

"Kuncinya adalah pemahaman algoritma, riset audiens, dan keberanian mencoba. Platform digital bisa jadi ladang usaha jika dikelola dengan strategi yang tepat," ungkapnya.

Hari kedua nanti, peserta bakal diperkenalkan dengan materi dasar konten kreator, mulai dari mindset, riset audiens, perencanaan, hingga praktek membuat AI Video Story. Hari ketiga, mereka akan kembali mengasah keterampilan dengan dua kali praktek video making sebelum acara ditutup.

Tim konten kreator Zahida yang terdiri dari para konten maker profesional bersertifikat bkaal turut mendampingi sesi praktik dua hari berturut-turut.

"Kami membekali peserta dengan keterampilan teknis, mulai dari produksi, editing, distribusi, hingga personal branding. Tujuannya agar mereka bisa menjadi kreator yang mandiri dan berdaya saing," jelas Ilham, salah satu trainer dari tim Zahida.

Bootcamp ini juga membekali peserta dengan unit kompetensi, seperti menerapkan prinsip komposisi visual, mengoperasikan perangkat lunak desain, menyunting audio-video, hingga mengoptimalkan distribusi konten di media sosial.

Dari itu semua, Kepala Dinpora Bojonegoro menambahkan, melalui bootcamp ini pemuda diharapkan tidak hanya bisa berkarya, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi.

"Dengan karya digital, mereka bisa menambah pemasukan untuk diri sendiri dan keluarga. Bahkan, peluang membuka lapangan kerja baru di bidang kreatif juga sangat terbuka," pungkasnya. [feb/mad]