Skip to main content

Category : Kolom


Catatan dari New York, USA (2)

Berburu Masakan Indonesia di New York

Pergi ke negara orang bagi saya yang paling sulit adalah mencari masakan rasa Indonesia. Maklum lidah saya terlalu "setia" dengan pecel, rawon, soto, sate, gudeg, rendang, rujak cingur.

Catatan dari New York, USA (1)

Dampingi Bu Risma Bicara Terorisme di PBB

Langka. Jarang terjadi seorang Walikota diberi "panggung" bicara di salah satu forum PBB di New York. Kecuali Walikota Surabaya Bu Risma.

Muharram, Momen Kehancuran Fir'aun

Tahun Baru Hijriyah sudah berlalu lebih dari seminggu. Umat Islam kembali bergemuruh untuk memperingati 10 Muharram atau Hari Asyura’. Ada yang berpuasa, membuat acara-acara seremonial atau bahkan, jika datang ke Iran (kawasan yang mayoritas Syiah) anda akan disuguhi sebuah pertunjukan yang mengerikan. Yakni, menghajar diri sendiri dengan benda-benda tajam. Hal itu dilakukan sebagai ritual untuk ikut merasakan pedih yang dialami Husain bin Ali bin Abi Thalib, Cucu Nabi Muhammad SAW yang disiksa Yazid bin Muawiyah dengan kejam.

GP Ansor dan Sinergitas Membangun Bojonegoro

Di tengah berbagai dinamika yang terjadi pada negeri ini, Tentunya banyak sekali permasalahan yang harus kita hadapi ke depannya. Hal ini, semestinya harus menjadi mandatori multi sektor agar semua pihak berfikir bagaimana agar bisa lepas dari masalah-masalah tersebut. Namun sebelum berbicara masalah lebih panjang, pertanyaan besarnya, sudah siapkah kita menjawab berbagai tantangan masa depan bangsa ini ? yakinkah kita?

Tabir Gelap Sejarah 27 Juli 1996

“Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan…Jika kau menghamba pada ketakutan, kita memperpanjang barisan perbudakan,” (Wiji Thukul). Suara untuk membuka tabir gelap dalam sejarah pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) terus disuarakan. Namun disisi lain, ada pula ketakutan yang menjadi penghambat dalam penuntasan kasus pelanggaran HAM, termasuk pengungkapan Peristiwa 27 Juli 1996. Potensi bersinggungan dengan orang-orang “kuat” menjadi salah satu faktornya.

Petani Bojonegoro, Dari Subsistensi Menuju Reinvestasi dan Ekspansi

Bojonegoro lumbung pangan dan energi. Begitulah kalimat yang sempat populer beberapa tahun lalu. Bukan soal slogan saja, Bojonegoro memang punya banyak sawah ladang, angkatan kerja petani dan juga produk pertanian. Mulai dari padi, bawang merah, cabai, tomat hingga tembakau. Soal kesejahteraan petani, ada yang di atas rata-rata dan banyak juga yang masih di bawah garis kemiskinan. Ini bukan sekedar permasalahan kebijakan dan program pemerintah. Namun, juga paradigma berpikir para petani Bojonegoro serta sarana dan prasarana untuk menuju yang lebih baik.

Menerjemahkan Janji Pendidikan Bupati Baru

Terpilihnya Bupati Bojonegoro versi hitung cepat (quick count) diperhelatan Pilkada Rabu (27/6/2018) kemaren menjadi bukti bahwa sebentar lagi Kota Ledre akan mempunyai pemimpin baru. Yang menurut para pakar survei, bahwa hasil hitung cepat tidak akan beda jauh dengan hasil manual hitung resmi yang akan dikeluarkan oleh KPU.

Mengenang 48 Tahun Wafatnya Bung Karno

Bung Karno, Sejarah bagi Masa Depan

Bung Karno pemimpin yang menang. Figurnya komplit. Ia membakar kesadaran politik massa, penggali Pancasila, memerdekakan bangsa. Ia berhasil mendirikan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dengan segenap daya dan upaya ia pimpin Republik untuk mempertahankan kemerdekaan.

Era Baru Para Petarung

The best fighter is not a Boxer, Karate or Judo man. The best fighter is someone who can adapt on any style. He kicks too good for a Boxer, throws too good for a Karate man, and punches too good for a Judo man - Bruce Lee”. Perlahan popularitas tinju di seluruh dunia mulai surut, tergeser pertarungan beladiri campuran (Mixed Martial Arts – MMA) yang semakin populer di dunia. Jika tinju hanya menggunakan satu jenis teknik beladiri, MMA menerapkan prinsip Bruce Lee, petarung terbaik adalah orang yang mampu menguasai beragam teknik dan gaya bertarung. Saat ini juga sulit menemukan petinju yang melegenda, punya nama besar sekaligus nilai jual tinggi, seperti; Muhammad Ali, George Foreman, Mike Tyson, Sugar Ray Leonard, Oscar De La Hoya atau generasi baru seperti Floyd Mayweather Jr dan Manny Pacquiano,