Skip to main content

Category : Fokus


NU FEST 2025

Buruan...! Serbu Kaos Eksklusif Pelantikan PCNU Bojonegoro - Banom

Semarak perhelatan akbar dalam rangka Pelantikan Bersama PCNU Bojonegoro dan Badan Otonom (Banom) yang akan digelar pada 2-3 Agustus 2025, hari ini sudah terasa geliatnya. Seperti yang dilakukan oleh santri Ponpes Darul Ma’arif Bojonegoro yang kini sudah menjual merchandise acara yaitu T Shirt, Tas dan cindera mata lainnya.

NU FEST 2025

Ayo Daftar..! Lomba Mewarnai RA/TK se Bojonegoro

Yang paling ditunggu anak-anak dan ibu-ibu diantaranya Lomba Mewarnai Tingkat RA/TK se Kabupaten Bojonegoro. Selain bisa mengikuti Jalan Sehat, Sabtu 2 Agustus, juga sekalian mengantarkan anak lomba mewarnai pukul 09.00 WIB.

NU FEST 2025

Lengkap, Inilah Rangkaian NU FEST 2025

Digelar pada 2-3 Agustus 2025, PCNU Bojonegoro beserta Banom PC GP Ansor, PC Fatayat NU, IPNU dan IPPNU menggelar pelantikan bersama. Dikemas dalam rangkaian NU FEST 2025, tema utama yang diambil adalah "NU Consolidation: Konsolidasi Jama'ah untuk Kemandirian Jam'iyah".

Serba-Serbi Bojonegoro 4

Kecamatan Margomulyo, Punya Wisata Budaya, Sekarang Wisata Religi

Sampai seminggu setelahnya, ribuan pengunjung membludak untuk melihat dari dekat keindahan Masjid Wisata Religi Margomulyo yang terletak di tepi jalan nasional Bojonegoro-Ngawi tersebut. Perlu diketahui, Kecamatan Margomulyo sebelumnya telah kondang atau terkenal dengan wisata budaya, karena adanya peninggalan Suku Samin. Tepatnya, lewat ajaran-ajaran luhur Mbah Samin Surosentiko yang masih lestari.

Serba-Serbi Bojonegoro 3

Jalur Transportasi Sejak 10 M, Jajanan Tepi Bengawan Solo Serasa

Jika menelisik sejarah masa lampau di Kabupaten Bojonegoro, tidak lepas deri hiruk pikuk perkembangan Bengawan Solo yang membentang dari ujung wilayah barat daya hingga timur Kota Ledre. Sedikitnya 14 kecamatan dilalui dan jika air bengawan meluap, kecamatan tersebut hingga sekarang masih terdampak.

Serba-Serbi Bojonegoro 1

Jajanan Kering Khas Bojonegoro, Di Tempatmu Apa Namanya?

Seje deso mowo coro (lain desa beda cara), sebutan itu cukup familier di Kabupaten Bojonegoro. Begitupula untuk sebutan nama-nama jajanan yang sudah turun temurun dibuat oleh warga.