Kredibilitas dan Akurasi Jadi Pertimbangan Pertamina dalam Memilih Mitra Media
Corporate Secretary PT Pertamina Persero, Arya Dwi Paramita (tengah), pada sesi panel ke-6 di hari ke-2 Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026, di Hotel Shangri-La Surabaya, Jawa Timur (Foto: Istimewa)

Kredibilitas dan Akurasi Jadi Pertimbangan Pertamina dalam Memilih Mitra Media

blokBojonegoro.com - Di tengah derasnya arus informasi digital, kredibilitas media menjadi faktor penting bagi perusahaan dalam menentukan mitra publikasi. Kecepatan pemberitaan perlu berjalan beriringan dengan akurasi, verifikasi, serta prinsip check and balance agar informasi yang diterima masyarakat tetap terjaga kebenarannya.

Corporate Secretary PT Pertamina, Arya Dwi Paramita, menegaskan hal tersebut dalam diskusi Panel 6 Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 bertajuk “Bagaimana Membangun Keterpercayaan Media Siber di Zaman Ketidakpastian”, Kamis (29/10/2026).

Menurut Arya, hubungan Pertamina dengan media tidak sebatas kepentingan publikasi. Media juga berperan sebagai mitra sekaligus pengingat bagi perusahaan untuk terus melakukan perbaikan kinerja.

Karena itu, Pertamina tidak hanya mempertimbangkan jangkauan atau popularitas media dalam menjalin kerja sama. Kredibilitas tetap menjadi faktor utama.

Arya mencontohkan kasus pemberitaan bahan bakar jenis Pertalite yang diduga bercampur air. Informasi tersebut lebih dahulu beredar di media sosial sebelum Pertamina menyelesaikan proses pengecekan.

Isu itu kemudian berkembang menjadi pemberitaan dan memunculkan keluhan masyarakat. Namun, hasil uji laboratorium menunjukkan Pertalite yang didistribusikan saat itu memenuhi standar yang berlaku.

"Ketika viralitas sering menjadi kompas pemberitaan, kami selalu merindukan praktik ‘check and balance’ dalam setiap pemberitaan," ungkap Arya.

Ia menilai, isu energi perlu mendapat perhatian dan penanganan secara cermat karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, kinerja pemerintah, hingga ketahanan dan kedaulatan bangsa.

Dalam konteks tersebut, media perlu membedakan fakta, persepsi, serta informasi yang telah terverifikasi sebelum menyajikannya kepada publik. Proses verifikasi menjadi penting agar pemberitaan tidak hanya mengejar kecepatan dan viralitas, tetapi juga memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat.

Arya menegaskan, Pertamina terbuka terhadap kritik dan masukan, termasuk yang disampaikan melalui media sosial. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja.

Di sisi lain, media tetap perlu menjaga independensi, akurasi, dan keberimbangan dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya demi memelihara kepercayaan publik. Arya juga menyampaikan bahwa dirinya bersama tim selalu mencari masukan dalam berbagai forum diskusi, termasuk dari kalangan media massa.

Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 diselenggarakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dengan mengusung tema “Media Reborn: Reinventing News Media in the Era of AI & Content Creator”. Konferensi berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Shangri-La Hotel, Surabaya. Pertamina turut mendukung penyelenggaraan IDMC 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan industri media digital dan penguatan ekosistem informasi di Indonesia.

Selain Pertamina, IDMC 2026 juga mendapat dukungan dari Astra, BNI, Danone, Djarum, Alamtri, PLN, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Freeport, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Jago, Bank Mandiri, GoTo, Bank Syariah Indonesia (BSI), Astra Honda Motor, INALUM, HCML, BKMS/JIIPE, Pertamina EP Field Sukowati, Exxon Mobil, Pertamina Field EP Cepu, Pertamina EP Cepu Zona 12 JTB, PHE Tuban East Java, Pertamina EP Poleng, Kangean Energy Indonesia, Searah Ketapang, SAKA Indonesia Pangkah, Medco Energy Madura Offshore, dan Medco Energy Sampang. [feb/mad]