BPBD Bojonegoro Salurkan 3,13 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Distribusi air bersih dilakukan BPBD Kabupaten Bojonegoro bersama perusahaan melalui program CSR dan berbagai lembaga kemasyarakatan (Foto: Istimewa)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Sebanyak 626 tangki atau setara 3.130.000 liter air bersih telah disalurkan BPBD Kabupaten Bojonegoro kepada warga yang terdampak kekeringan. Hingga 24 September 2026, bantuan tersebut telah menjangkau 74 desa di 19 kecamatan, meningkat signifikan dibandingkan 2025 yang hanya mencakup 14 desa di 13 kecamatan.

Distribusi air bersih tersebut dilakukan BPBD Kabupaten Bojonegoro bersama perusahaan melalui program CSR dan berbagai lembaga kemasyarakatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban bencana.

Kalaksa BPBD Kabupaten Bojonegoro Heru Wicaksi, S.STP., MM mengatakan peningkatan wilayah terdampak sejalan dengan prakiraan BMKG yang menyebut kemarau 2026 lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.

"Air bersih merupakan kebutuhan dasar sehingga pemenuhannya harus diprioritaskan," ungkap Heru Wicaksi.

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD melakukan sejumlah langkah, mulai dari pendistribusian air bersih, pemetaan kawasan kekeringan, pencarian titik sumber air, hingga pemberian bantuan perlengkapan penanganan kekeringan. Bantuan tersebut antara lain berupa tandon air, jeriken, terpal, gayung, dan perlengkapan lainnya di wilayah terdampak untuk mendukung distribusi air bersih.

BPBD juga memperkuat layanan pengaduan melalui call center Pusdalops yang beroperasi selama 24 jam. Kanal tersebut menjadi sarana komunikasi langsung dengan posko siaga darurat sehingga warga dapat menyampaikan kebutuhan tanpa terhambat proses verifikasi administrasi.

Perbandingan kondisi kekeringan pada 2025 dan 2026 menunjukkan peningkatan signifikan wilayah terdampak. Jika pada 2025 kondisi masih relatif terkendali, pada 2026 jumlah desa terdampak meningkat menjadi 71 desa berdasarkan data perbandingan yang disampaikan BPBD. Kondisi tersebut mendorong penguatan kapasitas respons darurat dan koordinasi lintas sektor.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui BPBD menyampaikan apresiasi kepada para relawan, lembaga filantropi, dunia usaha, perguruan tinggi, serta perangkat desa dan kecamatan yang turut bersinergi dalam penanganan kekeringan.

Kolaborasi tersebut mencakup berbagai bentuk dukungan, mulai dari pembuatan sumur bor hingga pendistribusian air bersih secara terkoordinasi. Upaya ini menjadi bagian dari pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub-Urusan Bencana, khususnya pada layanan penyelamatan dan evakuasi korban dalam pemenuhan kebutuhan dasar warga.

"Untuk ke depannya, kolaborasi pentahelix akan terus diperkuat untuk penanggulangan bencana. Bagi perusahaan maupun lembaga masyarakat yang ingin turut berkontribusi dalam penyaluran air bersih, silakan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bojonegoro melalui call center Pusdalops BPBD (WhatsApp 0811-3356-444) agar pendistribusian terkoordinasi dan tepat sasaran pada desa yang membutuhkan. Bersama kita pastikan setiap tetes bantuan bermanfaat bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro," pungkas Heru Wicaksi. [feb/mad]