Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Ratusan guru Raudhatul Athfal (RA) berseragam Pramuka memenuhi aula Pusdiklat Kendalisada Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bojonegoro, Senin (29/6/2026). Mereka datang bukan sekadar mengikuti pelatihan, tetapi membekali diri menjadi Pembina Prasiaga yang siap menanamkan karakter disiplin, kemandirian, dan cinta tanah air kepada anak-anak sejak usia dini.
Sebanyak 313 guru RA dari 273 lembaga mengikuti Kursus Orientasi Pembina Prasiaga yang digelar Pengurus Daerah (PD) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan Pusdiklat Kendalisada Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bojonegoro. Kegiatan berlangsung dalam dua gelombang, 27-30 Juni 2026, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pesta Siaga sekaligus implementasi ketentuan baru kepramukaan yang mulai berlaku tahun ini.
Ketua PD IGRA Kabupaten Bojonegoro, Mamik Zumrodatin, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.
"Kami mengucapkan selamat datang kepada Ibu Wakil Bupati, Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama beserta seluruh pejabat yang hadir dan peserta Kursus Orientasi Pembina Prasiaga Gelombang II. Terima kasih atas kehadiran, partisipasi, dan dukungan semua pihak, mulai panitia, pengurus hingga seluruh guru RA se-Kabupaten Bojonegoro," ujarnya.
Mamik juga mengapresiasi kehadiran Wakil Bupati Bojonegoro yang mendukung kegiatan sejak gelombang pertama hingga gelombang kedua.
"Terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu Wakil Bupati yang telah berkenan hadir pada dua gelombang kegiatan ini. Semoga beliau selalu diberikan kesuksesan dalam menjalankan amanah," katanya.
Menurutnya, orientasi tersebut menjadi momentum penting bagi guru RA untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mempererat persaudaraan di lingkungan IGRA.
"Mari bersama-sama menjadikan kegiatan ini sebagai momentum berharga untuk meningkatkan diri dan mempererat persaudaraan di lingkungan IGRA Kabupaten Bojonegoro. Ikutilah setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi agar manfaat yang diperoleh benar-benar maksimal," tuturnya.

Ia menjelaskan, pelatihan dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama pada 27-28 Juni diikuti 154 peserta dari Kecamatan Baureno, Kedungadem, Kepohbaru, Sumberrejo, Kanor, Sugihwaras, Temayang, Sukosewu, dan Ngraho. Sementara gelombang kedua pada 29-30 Juni diikuti 159 peserta dari Kecamatan Balen, Kapas, Bojonegoro, Dander, Bubulan, Gondang, Sekar, Kalitidu, Malo, Kasiman, Kedewan, Trucuk, Ngasem, Gayam, Purwosari, Tambakrejo, dan Padangan.
Menariknya, seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari masing-masing lembaga peserta tanpa bantuan pihak lain.
"Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi secara mandiri. Semoga menjadi amal kebaikan dan dibalas Allah SWT. Mari kita laksanakan orientasi ini dengan semangat dan antusiasme tinggi hingga menghasilkan kesuksesan yang gemilang," ucap Mamik.
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah, mengapresiasi semangat para guru RA yang rela mengikuti pelatihan dengan biaya mandiri demi meningkatkan kualitas diri sebagai pembina prasiaga.
"Mereka memberikan kontribusi yang luar biasa karena mengikuti kegiatan ini dengan biaya mandiri. Ini menunjukkan semangat untuk menjadi pendidik yang baik sekaligus menjalankan ketentuan baru yang mulai berlaku pada tahun 2026. Kami sangat mengapresiasi kemandirian ekonomi dan semangat mereka. Mudah-mudahan menjadi pembimbing yang handal bagi anak-anak," ujarnya.
Kak Nurul menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan menyinergikan kegiatan tersebut dengan sejumlah program Dinas Kesehatan. Seluruh peserta dijadwalkan mengikuti cek kesehatan gratis, termasuk pelatih dan pengurus. Selain itu, peserta juga akan memperoleh bimbingan teknis Bantuan Hidup Dasar (BHD) agar memiliki kemampuan menangani kondisi darurat di lingkungan sekolah maupun masyarakat
"Para guru ini perlu kami bekali bagaimana mengatasi situasi emergensi yang terjadi di masyarakat. Karena itu kami akan mensinergikan program cek kesehatan gratis dan pelatihan bantuan hidup dasar," jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, H. Amanulloh, menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat pendidikan kepramukaan sejak jenjang RA.
"Agenda IGRA Kabupaten Bojonegoro ini luar biasa. Mungkin menjadi yang pertama di Jawa Timur dalam menyelenggarakan Orientasi Pembina Prasiaga. Ini menjadi langkah awal menyongsong Pesta Siaga di Kabupaten Bojonegoro," katanya.
Ia mengatakan, pembinaan kepramukaan perlu dilakukan secara berjenjang sejak anak berada di bangku RA sehingga saat melanjutkan pendidikan ke tingkat berikutnya mereka telah memiliki karakter dan keterampilan dasar kepramukaan.
"Semata-mata bagaimana Kementerian Agama melalui guru-guru IGRA tetap konsisten melestarikan Gerakan Pramuka di lingkungan Kementerian Agama. Ke depan harus ada keberlanjutan. Setelah orientasi Pembina Prasiaga, guru-guru akan kami dorong mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) sehingga kompetensi kepramukaan mereka semakin meningkat," pungkasnya. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published