Pengirim: Lailatun Nurul Hidayah*
blokBojonegoro.com - Masih dalam suasana hari raya Idul Fitri 1447 H. KB-RA-MI Islamiyah Kepoh, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, mengemas acara dengan halal bihalal dan parenting education dengan narasumber Moh. Wahyudi. Minggu (29/3/2026).
Kegiatan berlangsung di halaman madrasah yang dihadiri oleh wali murid KB-RA-MI Islamiyah Kepoh dan tamu undangan serta bapak ibu dewan guru. Total semua yang hadir tak kurang dari 300 orang.
Acara ini dikemas sangat sederhana dengan rentetan acara yang sudah tersusun rapi, yakni: pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, pembacaan sholawat nabi, sambutan Kepala Madrasah, syarhil Qur'an oleh santriwati Yahqi, parenting education dengan narasumber Moh.Wahyudi selaku founder dan ouner Yahqi yang mendelegasi dua santriwatinya, dilanjut Do'a atau penutup oleh Komite Madrasah. Serta acara terakhir yakni mensucikan jiwa dengan saling memaafkan antarsesama.
Dalam sambutannya Kepala MI Islamiyah Kepoh, Bapak Sumardi mengungkapkan permohonan maaf kepada semua pihak yang hadir. "Taqabbalallahu minna waminkum, semoga kebersihan jiwa ini membangkitkan semangat baru untuk menjadi yang lebih baik lagi,” tuturnya
Selanjutnya, selain permintaan maaf pria yang melek teknologi ini berpesan semua anak itu istimewa tidak perlu ada perbandingan dengan yang lain.
"Semua anak itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, kita tidak pernah tahu suksesnya anak kedepan akan seperti apa,” jelasnya
Dua delegasi santriwati Yahqi, Amel dan Neza saat mengisi acara menyampaikan terkait pola mengasuh anak dengan menjadi orang tua maupun guru yang teladan.
"Sebagai orang tua dan guru kita harus memberikan education (pengetahuan atau pemahaman) kepada anak, yang kedua keuntungan, setelah anak paham dan mengerti keuntungan dalam suatu kegiatan maka anak akan mempunyai tekad, ketika tekad sudah kuat anak akan melakukan tindakan, dan adanya tindakan dari seorang anak harus ada controlling dari orang tua maupun guru, jika anak sudah di kontrol dengan baik yang terakhir harus konsisten," terangnya.
Masih kata Amel dan Neza, begitu sapaan akrabnya menyampaikan pesan menurut teori psikologi mengatakan bahwa orang tua tidak dianjurkan untuk menggunakan kalimat larangan yang bermuatan kata “jangan” atau “tidak boleh”.
“Anak-anak akan semakin penasaran jika jenengan larang bila tidak di imbangi dengan pemahaman yang jenengan sampaikan, apa yang jenengan larang akan semakin anak lakukan,” katanya.
Melanjutkan penyampaian dari santrinya, Founder dan Ouner Yahqi berpesan bahwa orang tua dan guru adalah role model dalam kehidupannya. “Apa yang anak lihat harus sesuai dengan apa yang mereka dengar, kebiasaan baik seorang anak itu mencontoh dari orang tua dan gurunya,” sambungnya.
Usai acara seminar parenting, ada satu sesi feedback kepada wali murid. Yakni yang berani menyampaikan pendapatnya terkait ilmu yang sudah disampaikan oleh narasumber diberi doorprize oleh Abuya Moh.Wahyudi.
Di akhir acara semua wali murid dan tamu undangan serta bapak ibu dewan guru KB-RA-MI Islamiyah Kepoh berjabat tangan saling meminta maaf dengan penuh rasa haru. [mad]
*Tenaga Kependidikan MI Islamiyah Kepoh
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published