Hadiri Resepsi dan Awarding HPN 2026, Bupati Bojonegoro Dukung Langkah PWI Tingkatkan Kompetensi Wartawan

Reporter: Nur Muharrom

blokBojonegoro.com - Bupati Bojonegoro menghadiri Resepsi dan Awarding Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang diadakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan digelar Jumat (27/3/2026) malam di Ruang Angling Dharma, gedung Pemkab Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi kepada insan pers atas kontribusinya dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial sekaligus mitra pemerintah.

“Pers memiliki peran luar biasa sebagai alat kontrol sosial. Kami berharap pers dapat menyampaikan informasi secara objektif, memberikan edukasi, serta menjaga transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, lanjut Bupati, juga mendukung upaya peningkatan kompetensi wartawan, termasuk melalui pelaksanaan uji kompetensi. Menurutnya, tantangan ke depan akan semakin kompleks seiring dengan derasnya arus perkembangan informasi.

Bupati Wahono mengajak insan media pers untuk terus menjunjung tinggi etika jurnalistik, menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya, serta berperan aktif dalam menangkal disinformasi.

“Kami berharap sinergi yang baik terus terjalin. Fungsi kontrol harus tetap berjalan, namun dengan pemberitaan yang konstruktif dan inspiratif untuk pembangunan Bojonegoro yang lebih baik,” pungkasnya.

Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa dinamika dunia pers saat ini menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Menurutnya, pertumbuhan jumlah wartawan di Bojonegoro cukup pesat, namun belum seluruhnya diimbangi dengan kompetensi yang memadai.

“Perkembangan teknologi membuat arus informasi semakin cepat. Ini menjadi tantangan bagi kita semua. Wartawan harus benar-benar kompeten, meski dalam praktiknya tidak mudah,” ujarnya.

Ia menyoroti adanya oknum yang mengatasnamakan wartawan namun tidak menjalankan tugas sesuai kode etik jurnalistik. Menurutnya kejadian tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencoreng nama baik profesi.

“Kami mengecam oknum yang tidak menjalankan kode etik. Jika ditemukan pelanggaran, kami siap melakukan pendampingan (korban) hingga proses hukum. Ini penting agar marwah jurnalis tetap terjaga,” tegasnya.

Sasmito menambahkan, PWI Bojonegoro siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas wartawan, termasuk melalui pendidikan dan pelatihan bagi mereka yang belum memenuhi standar kompetensi.

Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, menilai kehidupan pers di Bojonegoro selama ini telah berjalan cukup baik dan didukung oleh pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa peringatan Hari Pers Nasional (HPN) bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen dalam membangun pers yang sehat.

“Yang terpenting bukan hanya peringatannya, tetapi bagaimana kita menjadikannya sebagai motivasi untuk terus menjadi jurnalis yang profesional dan bertanggung jawab,” katanya.

Menurutnya, profesi jurnalis merupakan salah satu profesi yang diatur dengan berbagai regulasi, sehingga menuntut setiap insan pers untuk bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi etika.

Dalam acara ini, Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah mendapatkan Angling Dharma PWI Award kategori Kepala Daerah Penggerak Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan.

Dimana berdasarkan kepemimoinannya telah signifikan menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan IPM, penguatan ketahanan pangan, pengurangan angka pengangguran serta peningkatkan konektivitas akses antar wilayah.

Dalam kesempatan ini, PWI juga memberikan award kepada beberapa tokoh yang dinilai berkontribusi pada perbaikan masyarakat di berbagai bidang. [mu]