Kakanwil Ditjen Jatim Safari Ramadan ke Lapas Bojonegoro Pererat Hubungan dengan Pers

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur melakukan safari ramadan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro, yang dirangkai dengan buka bersama dengan awak media di Kabupaten Bojonegoro, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan sejumlah organisasi pers di Kabupaten Bojonegoro dengan jajaran Lapas Bojonegoro.

Sejak awal acara, nuansa keakraban terlihat di antara para tamu yang hadir. Selain sebagai agenda Safari Ramadan, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan insan pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara terbuka dan berimbang.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sosial kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan sekaligus wujud perhatian kepada keluarga warga binaan.

Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kadiyono, menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang selama ini terjalin antara Lapas Bojonegoro dan PWI Bojonegoro. Ia menilai kolaborasi yang terbangun menjadi contoh sinergi positif antara lembaga pemasyarakatan dan insan pers.

“Kami sangat mengapresiasi sinergi antara Lapas Bojonegoro dan PWI,” ujar Kadiyono.

Hal serupa diungkapkan Kalapas Bojonegoro, Hari Winarca. Hari menyampaikan terima kasih kepada PWI Bojonegoro atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Ia berharap hubungan baik tersebut dapat terus berlanjut dan semakin memperkuat kolaborasi antara Lapas Bojonegoro dengan insan pers.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama dari PWI Bojonegoro selama ini. Semoga hubungan baik ini dapat terus terjaga,” tutur Hari.

Sementara itu, Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro mengungkapkan, hubungan antara PWI dan Lapas Bojonegoro selama ini berjalan dengan baik. Ia menegaskan bahwa wartawan yang tergabung dalam PWI telah melalui uji kompetensi sehingga dalam menjalankan tugas jurnalistik tetap berpegang pada kaidah pers.

“Selama ini kami bersinergi dengan baik bersama Lapas Bojonegoro. Dalam pemberitaan juga harus ada konfirmasi dari pihak yang diberitakan. Jika tidak ada konfirmasi, tentu itu tidak sesuai dengan aturan dan kaidah pers,” kata Sasmito. [riz/mad]