Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Turnamen Futsal Tuli Piala FOURFEO–BOJGRETULA menjadi salah satu contoh bagaimana olahraga dapat berperan sebagai ruang inklusif bagi penyandang disabilitas. Kegiatan ini mempertemukan pemuda Tuli dari Bojonegoro, Gresik, Tuban, dan Lamongan dalam suasana persahabatan yang menekankan sportivitas, kebersamaan, serta penguatan identitas komunitas.
Turnamen yang digelar di GOR Sumberrejo, Bojonegoro pada Minggu 11 Januari 2026, dalam rangka peringatan Hari Tuli Nasional tersebut diikuti 48 atlet Tuli dari empat tim dengan format FOURFEO (Four Friendly) yang menitikberatkan silaturahmi dan inklusi sosial, bukan semata kompetisi. Konsep fun match diharapkan mampu mempererat solidaritas antar komunitas Tuli lintas daerah di Jawa Timur.
Ketua Pelaksana Turnamen, Moch. Maftukin, mengatakan penyelenggaraan kegiatan ini dilatarbelakangi komitmen untuk memajukan dan memasyarakatkan olahraga futsal di kalangan pemuda Tuli.
"Kami ingin futsal menjadi ruang setara bagi pemuda Tuli untuk menunjukkan potensi, membangun kebersamaan, dan merayakan identitas mereka," katanya kepada blokBojonegoro.com,Senin (12/1/2026).
Maftukin menambahkan, pemilihan momentum Hari Tuli Nasional memiliki makna simbolik sekaligus edukatif bagi komunitas Tuli.
"Melalui turnamen ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemuda Tuli tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga diberi ruang nyata untuk berprestasi dan berpartisipasi aktif di ruang publik," jelasnya lagi.

Dalam pelaksanaannya, turnamen ini juga menjadi sarana edukasi inklusivitas, terutama terkait kebutuhan komunikasi visual bagi atlet Tuli. Panitia memastikan seluruh informasi pertandingan dapat diakses dengan baik, termasuk dukungan Juru Bahasa Isyarat serta penyesuaian teknis pertandingan yang ramah disabilitas.
Dukungan pemerintah daerah turut memperkuat penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mendukung pembinaan atlet disabilitas melalui berbagai fasilitasi olahraga.
"Kami mendukung penuh turnamen futsal tuli karena menjadi wadah pengembangan potensi atlet disabilitas, bahkan atlet Bojonegoro sudah mampu berprestasi hingga tingkat internasional," katanya.
Arief Nnang juga menyebutkan bahwa pembinaan atlet disabilitas terus dilakukan secara berkelanjutan melalui organisasi dan event olahraga.
"Melalui NPCI dan organisasi seperti Gerkatin, kami memfasilitasi pembinaan atlet disabilitas agar mereka terus berkembang dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi," ujarnya.
Turnamen Futsal Tuli Piala FOURFEO–BOJGRETULA didukung berbagai pihak sebagai supported by, antara lain PT Kereta Api Indonesia (KAI), Djarum, NoGu, SanQua, Futsal Indonesia, TIMES Indonesia, serta Samudera Logistics. Kegiatan ini juga didukung media partner dari beberapa media massa, salah satunya media online blokBojonegoro, yang berperan dalam memperluas informasi dan edukasi publik tentang olahraga inklusif.
Pada pelaksanaan terakhir, tim futsal Tuli Lamongan keluar sebagai juara pertama, disusul Tuban di posisi kedua, Bojonegoro peringkat ketiga, dan Gresik di urutan keempat. Lebih dari sekadar hasil pertandingan, turnamen ini menegaskan bahwa olahraga dapat menjadi jembatan kesetaraan dan pengakuan bagi komunitas Tuli. [feb/mad]
This article offers sports insights that inspire discipline, teamwork, and personal growth. https://medium.com/@sakura.ichiru1998