Punya 433 Aset, DPU SDA Bojonegoro Targetkan Bangun 7 Embung Baru

Reporter: M. Anang Febri 

blokBojonegoro.com – Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) Kabupaten Bojonegoro menargetkan pembangunan 7 embung baru dan rehabilitasi 17 embung pada tahun 2025. Program ini selaras dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan swasembada pangan, sekaligus mendukung program Quick Win Pemkab Bojonegoro melalui perjanjian kerja sama (PKS) desa.

Saat ini, tercatat terdapat 433 embung di Bojonegoro. Sebagian besar embung tersebut merupakan embung tadah hujan, meski beberapa juga mendapat suplai air dari sumber atau aliran (avur) setempat.

"Untuk mendukung ketersediaan air, dari 17 target rehab tahun ini, sudah selesai di 3 titik. Tapi tantangan terbesar adalah cuaca, terutama karena tahun ini terjadi kemarau basah," jelas Adrian, PPTK Bidang Air Baku dan Irigasi DPU SDA Bojonegoro, Jumat (1/8/2025).

Menurutnya, kondisi kemarau basah membuat proses rehabilitasi dan normalisasi embung tidak bisa dilakukan secara optimal. Tingginya debit air menghambat proses pengerukan sedimen karena air masih memenuhi dasar embung.

"Biasanya kami bisa mulai di akhir Maret atau awal April. Tapi tahun ini, kami baru bisa action di bulan Juni karena embung masih penuh air," tambah Adrian.

Adapun pembangunan 7 embung baru saat ini progresnya cukup menggembirakan. Dari total 7, sudah 6 embung yang selesai, masing-masing berada di Ngasem (1 titik), Ngaglik, Kasiman (1 titik), Banjarjo, Padangan (1 titik), Mlinjeng, Sumberejo (1 titik), Duwel, Kedungadem (2 titik), satu embung lainnya masih dalam proses di Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem.

Sementara itu, kegiatan rehabilitasi dilakukan secara merata di wilayah barat, timur, dan selatan Bojonegoro. Beberapa titik yang sudah rampung 100 persen di antaranya berada di Sumberwangi, Kecamatan Kanor dan Nduwel, Kecamatan Malo, yang merupakan wilayah kering dan sangat membutuhkan ketersediaan air.

"Proyek normalisasi juga dilakukan di wilayah selatan, terutama di Sekar, seperti di Desa Bobol dan Klino, guna menciptakan keseimbangan pembangunan antar wilayah," lengkapnya.

Kegiatan lain yang masih berjalan saat ini termasuk rehabilitasi embung di Pajeng, Kecamatan Gondang, serta Rowogalandang, Kecamatan Tambakrejo. Sebelumnya, pada tahun lalu, DPU SDA juga telah melaksanakan pembangunan dan normalisasi embung di Bakulan dan Pandantoyo Kecamatan Temayang.

Program embung ini diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan air dan pertanian, tetapi juga memperkuat strategi daerah dalam menghadapi perubahan iklim dan pemerataan pembangunan. [Feb/mad]