Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Rencana pembangunan ruas tol yang menyasar daerah Bojonegoro, Ngawi, dan Tuban belum bisa dipastikan sasaran titik detailnya. Ada kemungkinan, skema yang dipakai dalam pembangunan tol itu dapat berubah.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ridwan Hoesin, saat gelaran acara konsultasi publik perencanaan pembangunan ruas tol Ngawi - Bojonegoro - Tuban, di area pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Selasa (15/2/2022) pagi.
"Untuk ruas tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban hingga Babat Lamongan, prosesnya masih panjang. Itu karena trase fix masih bisa berubah atas arahan Pemerintah Kabupaten," ujar Ridwan, Tim Teknis Kementetian PUPR Konsultan Pembangunan Tol Ruas Ngawi-Bojonegoro-Tuban, usai acara konsultasi publik sesi pertama.
Ditambahkannya lagi, dengan demikian banyak kemungkinan apabila 3 prioritas jalan tol tersebut segera dibangun, maka di tahun 2023 baru adanya kegiatan pembangunan itu dapat dilaksanakan.
"Tahapannya untuk saat ini sudah tahap final study kelayakan. Akan dipastkkan setelah adanya usulan-usulan setiap Pemerintah kabupaten yang dilalui ruas jalan tol ini," tandasnya.
Sementara untuk skema pembangunan, pihaknya mengacu pada kesesuaian Peraturan Menteri Nomor 2 Tahun 2021. Yakni skema kerjasama Badan Usaha dengan pemerintah daerah.
"Artinya, lelang ruas tol ini akan dilakukan oleh pemerintah berdasarkan opsi pembagian sharing," pungkasnya kepada blokBojonegoro.com. [feb/col]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published