Sebagai daerah penyandang kawasan agropolitan bersama dengan dua kecamatan lainnnya,Yakni Kecamatan Kapas dan Kalitidu, Kecamatan Dander akan membuka wisata baru berbasis kebun buah di Desa Kunci dan Desa Sumberarum.
Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu:
Pasca terjadinya tanah longsor yang menimbun tempat destinasi wisata Air Terjun Kedungmaor yang terletak di Desa Kedungsumber Kecamatan Temayang, Bojonegoro, beberapa Minggu yang lalu, tepatnya Sabtu (1/4/2017), hingga kini perbaikan terus dilakukan.
Kedatangann pengunjung pasca terjadinya tanah longsor yang menimbun destinasi wisata Air Terjun Kedungmoar beberapa pekan yang lalu, kini kondisi tersebut tampak sepi.
Daerah Atas Angin, selalu memberikan manfaat bagi warga setempat. Baik sebelum menjadi tempat wisata hingga saat ini. Dulu sebelum diresmikanya Wisata Negeri Atas Angin pada tanggal 1 Januari 2015, masyarakat setempat pernah membabat lahan Perhutani di tempat tersebut untuk ditanami jagung dan tanaman lainya.
Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama (IPNU) Temayang, yang pada hari jumat (14/4/2017), melakukan penelitian Skin Problem Solving (SPS) di Wisata Negeri Atas Angin, di Desa Deling, Kecamatan Sekar merilis hasil penelitian tersebut.
Setelah diresmikan untuk dibuka bagi khalayak umum pada 1 Januari 2015 tahun lalu, destinasi wisata Negeri Atas Angin, yang terletak di Desa Deling, Kecamatan Sekar hingga kini belum dilengkapi sarana untuk Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan musala.
Untuk menambah wahana yang ada di Wisata Negeri Atas Angin, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Deling, Kecamatan Sekar sebagai pengelola akan berkoordinasi dengan pengelola wisata dari Malang. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung.
Destinasi Wisata yang ada di Kabupaten Bojonegoro, yang dikelola oleh masyarakat maupun dari pemerintah semakin ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar. Oleh karena itu Dinas Budaya dan Pariwisata ingin memaksimalkanya sehingga bisa memberi masukan kepada pemerintah maupun masyarakat sendiri.
Walau dinyatakan ditutup, wisata air terjun Kedungmaor hingga kini, Rabu, (5/4/2017), masih ramai pengunjung. Hal tersebut di manfaatkan oleh pihak karang taruna (kartar) setempat, untuk menarik kontribusi dari pihak pengunjung.