Camat Sukosewu Sebut Normalisasi Kali Cegah Banjir
Curah hujan yang tinggi memang kerap kali menyebabkan banjir di beberapa desa yang ada di Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro tiap tahun.
Curah hujan yang tinggi memang kerap kali menyebabkan banjir di beberapa desa yang ada di Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro tiap tahun.
Sabtu (19/1/2018), aliran Sungai Mekuris terpantau masih deras. Sungai ini jadi titik kumpul air dari selatan. Jum'at kemarin (18/1/2019), tiga titik tanggul jebol di Desa Bogangin Kecamatan Sumberrejo. Tanggul jebol karena tak mampu menampung debit air yang meluap. Sehingga jalan, rumah dan area pertanian warga tergenang.
Taman di Desa Talun, Kecamatan Sumberejo yang dibangun untuk ruang terbuka hijau, sekaligus untuk area bermain anak-anak, sering dimanfaatkan menjadi tempat pacaran. Khususnya di sore hari menjelang senja, kadang hingga malam.
Menjadi pemicu jebolnya 3 titik Bendungan di Desa Bogangin, Kecamatan Sumberejo, hingga saat ini Sabtu(19/1/2018), aliran Sungai Mekuris masih deras. Derasnya aliran air ini disebabkan karena Sungai Mekuris menjadi titik kumpul air dari daerah selatan, khususnya Kedungadem dan sekitarnya.
Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Bojonegoro kemarin, mengakibatkan banjir seperti di Desa Bumirejo Kecamatan Kepohbaru, Desa Jumput dan Desa Semen Kidul Kecamatan Sukosewu, dan Desa Bogangin Kecamatan Sumberrejo.
Hujan lebat yang turun kemarin Kamis (17/1/2019), menyebabkan tanggul yang berada di Desa Bogangin Kecamatan Sumberrejo jebol, akibatnya air kali mekuris meluber dan menggenangi lahan pertanian sekitar 50 hektar.
Peraturan Bupati (Perbup) Bojonegoro Nomor 49 Tahun 2018 yang ditetapkan tanggal 21 November 2018 mulai diundangkan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk pengajuannya.
Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro menggelar penggalangan dana untuk korban Tsunami di Banten dan Lampung, serta longsor yang ada di Sukabumi, Rabu (16/1/2019) siang.
Kasus dugaan korupsi menyeret Kepala Desa (Kades) Sukosewu, WPN. Ada tiga item anggaran yang diselewengkan berasal dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).
Persoalan angkatan kerja di Indonesia, utamaya di Kabupaten Bojonegoro-Tuban belum bisa diacungi jempol sepenuhnya. Pasalnya sesuai data Badan Pusat Statistik, 66 persen angkatan kerja Indonesia hanya memiliki latar belakang pendidikan SMP hingga SD ke bawah. Padahal memasuki era revolusi industri 4.0, keahlian buruh dan angkatan kerja harus ditingkatkan.