Waspada Banjir Bengawan Solo
Waduh...! Tren Air Bengawan Solo Naik Cepat
Tinggi air sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro terus naik pukul 09.00 WIB. Bahkan di Karangnigko sudah akan masuk ke siaga Siaga 1 (Hijau).
Tinggi air sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro terus naik pukul 09.00 WIB. Bahkan di Karangnigko sudah akan masuk ke siaga Siaga 1 (Hijau).
Jika menelisik sejarah masa lampau di Kabupaten Bojonegoro, tidak lepas deri hiruk pikuk perkembangan Bengawan Solo yang membentang dari ujung wilayah barat daya hingga timur Kota Ledre. Sedikitnya 14 kecamatan dilalui dan jika air bengawan meluap, kecamatan tersebut hingga sekarang masih terdampak.
Debet air di sungai Bengawan Solo alhamdulillah sejak dinihari sudah menunjukkan tren turun. Walaupun masih Siaga 1 (Hijau), namun hulu sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut menunjukkan penurunan yang signifikan.
Gerusan air dari sungai Bengawan Solo terus mendekat ke pemukiman warga. Salah satunya di utara Jembatan Kanor-Rengel (KaRe), tepatnya Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.
Ketika debet air di sungai Bengawan Solo mulai tinggi, masyarakat terkadang ingin melihat penampakannya dari dekat. Tidak jarang, warga santai di pinggir Jembatan Kanor-Rengel (KaRe), walaupun hal itu tidak disarankan karene berbahaya.
Informasi blokBojonegoro.com, Selasa (24/12/2024), dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyebutkan, hari ini diprediksi wilayah Bojonegoro tidak ada hujan petir.
Bengawan Solo yang melintasi belasan kecamatan di Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan tren naik. Bahkan, laporan terkini menunjukkan Siaga 1 (Hijau).
Sempat surut cukup tajam, sejak semalam kenaikan debet air Bengawan Solo meningkat sangat cepat. Bahkan, tidak sampai 12 jam, kenaikan sampai 1 meter.
Tanggul Kali Ingas di Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro jebol, sehingga menyebabkan puluhan hektar tanaman padi di kawasan tersebut terendam air, Rabu (18/12/2024) pagi.
Sempat naik cukup signifikan sejak semalam, tepat pukul 15.00 WIB, air di Bengawan Solo tampak mulai turun. Hal itu terlihat dari papan pantau di Kota Bojonegoro yang ada penurunan sekitar 2 centimeter.