Berita Foto
Santri Penerang Negeri
Sedikitnya belasan ribu santri dari Ponpes dan TPQ se Kabupaten Bojonegoro mengikuti Pawai Santri. Acara berlangsung meriah dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2023.
Sedikitnya belasan ribu santri dari Ponpes dan TPQ se Kabupaten Bojonegoro mengikuti Pawai Santri. Acara berlangsung meriah dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2023.
Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2023, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Kanor, menggelar serangkaian lomba-lomba.
Renyah, gurih enak kerupuk ikan bandeng banyak diminati warga sekitar Kabupaten Bojonegoro. Kerupuk yang biasa menjadi camilan dan kawan makan tersebut, diproduksi melalui usaha rumahan Aninda Keripik Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.
Dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2023, Yayasan Pendidikan Al-Abror Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro menggelar upacara peringatan resolusi jihad santri, yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober itu.
Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama (MWCNU) Sumberrejo beserta Badan Otonom (Banom) menggelar kirab dan pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyah.
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Trucuk, Bojonegoro menggelar lomba baca kitab kuning. Hal tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober 2023 mendatang.
Pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2023 diselenggarakan Pemkab Bojonegoro diserbu antusias oleh masyarakat. Meski sebelumnya sempat dilakukan perpanjangan waktu pendaftaran oleh BKN setempat.
Sebanyak 27 ASN yang rata-rata laki-laki mengajukan proses perceraian di Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro. Mereka mengajukan cerai dengan alasan karena tidak mendapatkan izin poligami dari istri pertama.
Forum Kajian Pojok Bangilan, Kabupaten Tuban menggelar seminar pengenalan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenkumham atau tepatnya profesi sipir yang bekerja di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Minggu (24/9/2023).
Seperti kita ketahui bersama bahwa dalam Kurikulum Merdeka, Peserta didik Madrasah wajib melaksanakan P5 dan P2RA sebagai upaya untuk mewujudkan Pelajar Pancasila yang mampu berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.