#blokBojonegoroTV
Oklik Asli Bojonegoro [Part-2]
Oklik sudah ada sejak zaman Belanda dan biasa mengiringi drama
Oklik sudah ada sejak zaman Belanda dan biasa mengiringi drama
Sebuah rumah hunian di jantung kota menjadi tempat wisata yang cukup menarik.Mengambil tagline 'Negeri Atas Air' rumah wisata yang terletak di kompleks perumahan Griya Permata Asri, Jalan Kyai Mojo, Kelurahan Mojokampung, Kecamatan Bojonegoro Kota ini menjadi destinasi wisata foto selfie yang instagramable.
Sebuah rumah hunian di jantung kota menjadi tempat wisata yang cukup menarik.Mengambil tagline 'Negeri Atas Air' rumah wisata yang terletak di kompleks perumahan Griya Permata Asri, Jalan Kyai Mojo, Kelurahan Mojokampung, Kecamatan Bojonegoro Kota ini menjadi destinasi wisata foto selfie yang instagramable.
Mlinjeng salah satu desa yang ada di Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Dengan 5 Dusun, Desa Mlinjeng memiliki luas wilayah 285 Hektar. Menariknya, di tengah pertigaan desa, ada batu yang mirip lumpang dengan cekungan bulat di tengahnya. Lumpang adalah wadah berbentuk bejana terbuat dari kayu atau batu untuk menumbuk padi, jagung atau bahan olahan lain.
Salah satu koleksi museum Rajekwesi, Prasasti Adan-adan tengah diteliti ulang di museum Empu Tantular Kabupaten Mojokerto, guna memperbaiki tulisan yang dirasa ada yang kurang pada duplikat prasasti tersebut.
“Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan…Jika kau menghamba pada ketakutan, kita memperpanjang barisan perbudakan,†(Wiji Thukul). Suara untuk membuka tabir gelap dalam sejarah pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) terus disuarakan. Namun disisi lain, ada pula ketakutan yang menjadi penghambat dalam penuntasan kasus pelanggaran HAM, termasuk pengungkapan Peristiwa 27 Juli 1996. Potensi bersinggungan dengan orang-orang “kuat†menjadi salah satu faktornya.
Bung Karno pemimpin yang menang. Figurnya komplit. Ia membakar kesadaran politik massa, penggali Pancasila, memerdekakan bangsa. Ia berhasil mendirikan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dengan segenap daya dan upaya ia pimpin Republik untuk mempertahankan kemerdekaan.
Dibalik kemahiran Aditya Andra Faersa membuat komik, ternyata ia berasal dari keluarga yang sederhana. Bahkan yang lebih hebat lagi, orang tua Andra rela banting tulang memeras keringat berkerja demi bisa menyekolahkan Andra hingga duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) seperti saat ini.
Sebagai tempat pusat pengendali pemerintahan dan militer, Desa Temayang mempunyai peranan penting dalam kedudukannya dan menentukan bagi keberhasilan perjuangan mempertahankan kemerdekaan negara dan bagsa, khususnya bagi Wehreise Brigade Ronggolawe.
Setelah menyelesaikan misi penghadangan Belanda di Mondokan, sisi barat kota Tuban, 9 Januari 1949, Letda Soetjipto langsung mengungsikan dua pasukannya yang terluka ke tempat perawatan kesehatan milik pejuang di Desa Tlogonongko, Kecamatan Semanding. Sementara dia sendiri, setelah memperkuat pasukan gerilya di wilayah Merakurak dan Montong kembali lagi ke pos pertahanan di Desa Saringembat, Kecamatan Singgahan.