Waspada, Sepekan Kedepan Bojonegoro Alami Cuaca Ekstrem
Badan Penanggulanangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, mengimbau agar semua pihak waspada terhadap potensi cuaca ekstrem mulai Senin (27/1/2025) hingga sepekan ke depan.
Badan Penanggulanangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, mengimbau agar semua pihak waspada terhadap potensi cuaca ekstrem mulai Senin (27/1/2025) hingga sepekan ke depan.
KH. Ahmad Bahauddin Nursalim, nama lengkapnya. Sosok teladan satu ini lebih dikenal sebagai Gus Baha. Lahir 29 September 1970), adalah penceramah yang berasal dari Kragan, Rembang. Gus Baha menikah dengan Ning Winda asal Pesantren Sidogiri Pasuruan.
Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya, ketika musim hujan kebanyakan disertai dengan petir atau kilat yang menyambar-nyambar. Sehingga, bagi masyarakat yang beraktifitas di luar ruangan harus tahu trik menghindarinya.
Sampai akhir Minggu pertama di Bulan Januari 2025, cuaca ektrem masih mengintai Kabupaten Bojonegoro dan wilayah lain di Jawa Timur.
Duta Kepemudaan Jawa Timur Batch 3 mengadakan kegiatan advokasi di Panti Asuhan Karya Binangun Mandiri yang berlokasi di Jl. Rejo, RT 09 RW 02, Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (26/12/2024).
4 Narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro menerima Remisi Khusus Natal 2024. Remisi khusus Natal ini diberikan kepada Napi yang memeluk agama Kristen, Rabu (25/12/2024) pagi.
Sempat surut cukup tajam, sejak semalam kenaikan debet air Bengawan Solo meningkat sangat cepat. Bahkan, tidak sampai 12 jam, kenaikan sampai 1 meter.
Air kiriman dari hulu terus menambah debet tinggi air sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro. Bahkan, pukul 21.00 WIB, ketinggian air di papan ukur Kota Bojonegoro telah menunjukkan Siaga 2 (Kuning).
Puncak dari rangkaian Bojonegoro Thengul Run 2024 Youth Entrepreneurship Fest di GOR Utama Bojonegoro, Sabtu - Minggu (14-15/12/2024), ada penampilan Gisella Anastasya, dan Budi Doremi.
Suhu rendah dan lembab saat musim hujan, apalagi Kabupaten Bojonegoro tengah menghadapi cuaca ekstrem, jadi tempat favorit virus dan bakteri penyebab penyakit untuk berkembang biak. Selain itu, lingkungan di musim hujan juga dapat menurunkan sistem imun, sehingga kemungkinan infeksi virus dan bakteri cukup tinggi.