Waspada Corona, Jangan Panik
56 Karyawan Supermarket di Bojonegoro Jalani Rapid Test
Puluhan karyawan supermarket di Bojonegoro jalani rapid tes Covid-19, Selasa (26/5/2020).
Puluhan karyawan supermarket di Bojonegoro jalani rapid tes Covid-19, Selasa (26/5/2020).
Usai libur Lebaran, sejumlah perusahaan maupun pasar modern telah aktif seperti sedia kala. Pada momentum awal masuk kerja tersebut, Pemkab Bojonegoro, melalui Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid 19, bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, melakukan Rapid Tes di supermarket di Jalan Pemuda Bojonegoro dan juga di Pabrik Rokok Sampoerna Padangan, hari ini Selasa (26/5/2020).
Upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di wilayah Kota Migas sangat masif.
Ketika wabah Virus Corona atau Covid-19 menyerang banyak negara, termasuk Indonesia, berbagai tes dilakukan untuk mendeteksi warga terpapar virus atau tidak. Sejauh ini terdapat tiga jenis uji yang terkadang belum dipahamai secara utuh oleh masyarakat awam.
Ramainya pengunjung di pasar modern, menjadi perhatian berbagai pihak. Termasuk Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Meski pengunjung ramai, namun hingga saat ini belum dilakukan rapid test atau tes cepat guna mendeteksi virus corona atau Covid-19.
Pedagang di Pasar Kota Bojonegoro, Kamis (14/5/2020) siang kembali dilakukan rapid test atau tes cepat, sebagai upaya untuk memgetahui paparan virus Corona terhadap para pedagang pasar tradisional. Rapid test itu, digelar Gugus Tugas Penanggulangan dan Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Kabupaten Bojonegoro.
Rabu (13/5/2020) pagi, sebanyak 100 pedagang di Pasar Kapas, Kabupaten Bojonegoro, mengikuti rapid test atau tes cepat untuk mendeteksi adanya virus corona atau Covid-19 lebih awal.
Selain adanya narapidana (Napi) yang sempat dinyatakan positif Covid-19, enam orang Napi juga hasilnya reaktif usai menjalani repid tes. Sehingga keenam warga binaan tersebut menjalani isolasi di blok khusus Lapas Kelas IIA Bojonegoro.
Vidcon Bupati Bojonegoro bersama Gubernur Jatim dan Kepala BNPB tersebut, Bupati juga meminta dukungan alat PCR dan tambahan alat rapid tes. Hal itu, dimaksudkan agar pelaksanaan rapid tes agar tetap bisa berjalan yang menyasar ditempat keramaian atau menyasar ke perusahan besar yang ada di Bojonegoro.
Rapid test massal yang menyasar ke pasar tradisional, bakal terus dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro, guna mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas. Meski begitu, pemkab Bojonegoro juga telah menyediakan beberapa tempat atau kamar isolasi yang diperuntukan bagi pedagang yang hasil rapid tesnya reaktif positif sehingga butuh pengawasan lebih.