Makin Senang dengan Performa Pertalite
Keberadaan premium yang mulai sulit ditemui ternyata tidak menjadikan masalah serius bagi masyarakat. Sebab, sekarang ini banyak warga telah terbiasa dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite.
Keberadaan premium yang mulai sulit ditemui ternyata tidak menjadikan masalah serius bagi masyarakat. Sebab, sekarang ini banyak warga telah terbiasa dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite.
Belakangan ini, masyarakat semakin terbiasa dengan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite untuk kendaraan. Baik mobil maupun sepeda motor. Terutama di wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.
Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Bojonegoro memastikan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) masih aman sampai tutup tahun nanti. Selain itu, Stasiun Pengisi Bahan Umum (SPBU) sampai saat ini juga tidak ada laporan terkait keluhan keterlambatan penyaluran BBM.
Pemerintah berencana mewajibkan PT Pertamina (Persero) menjual Premium di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kebijakan tersebut akan tertuang dalam revisi Peraturan Presiden Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berharap, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bisa menyediakan premium. Di moment lebaran arus balik dipastikan permintaan premium tinggi.
Sampai akhir Januari 2017, penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite jauh lebih banyak dibanding Premium. Dari data Dinas Perdagangan untuk jenis Pertalite penyaluran mencapai 5.312 kiloliter sedangkan untuk jenis Premium hanya 1.600 kiloliter.