1100 Daging Kurban dibagikan Warga Wisma Indah
Warga Perumahan Wisma Indah, Kelurahan Ledokkulon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, membagikan 1100 bungkus daging kurban, Jumat (1/9/2017).
Warga Perumahan Wisma Indah, Kelurahan Ledokkulon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, membagikan 1100 bungkus daging kurban, Jumat (1/9/2017).
Peminat hunian rumah bermodel minimalis di Bojonegoro sebenarnya masih stabil meski digembleng banyaknya pesaing. Sejumlah pengembang masih memanfaatkan program sejuta rumah dari pemerintah untuk bisa meningkatkan penjualan.
Pasar property sedikit melemah di bulan Agustus ini. Pengembang kini tidak bisa mengandalkan in house atau konsumen datang di kantor pemasaran dengan sendirinya. Pengembang harus pasang strategi menjembut bola dengan berbagai cara.
Kawasan Bojonegoro sebelah selatan tepatnya di Kecamatan Dander masih dianggap memiliki potensial untuk dibangun perumahan dan dijual. Tempat yang asri menjadi pilihan utama. Developer yang membangun proyek properti tersebut berkelas baik dari developer lokal hingga kelas pusat.
Mendirikan perumahan dulunya harus memiliki lahan pemakaman. Namun presiden Joko Widodo (Jokowi) saat merilis Paket Ekonomi Jilid XIII menyatakan, fokus kebijakan ini adalah penyederhanaan izin untuk membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau rumah murah. Salah satu persyaratan yang digabungkan misalnya terkait dengan retribusi penyediaan lahan pemakaman. Pengembang bisa memilih untuk menyediakan lahan pemakaman atau dengan membayar retribrusi pada lahan pemakaman umum.
Mempunyai lingkungan perumahan yang guyub rukun adalah idaman setiap orang. Seperti yang terlihat malam ini, Minggu (9/7/2017), warga Perumahan Bukit Banjarsari Baru (B3) menggelar Halal Bihalal.
Tidak semua calon pembeli direalisasi pihak bank untuk Kredit Perumahan (KPR), hal itu membuat developer harus ekstra kerja keras setiap tahun untuk bisa meningkatkan penjualan.
Prospek perumahan subsidi masih memberi prospek yang cukup baik. Hal itu berbalik arah dengan perumahan tipe menengah ke atas yang masih sulit terjual hingga saat ini. Hal itu dikarenakan kurang diminati masyarakat di kota ledre. Terbukti dari masih sedikitnya penjualan rumah menengah ke atas atau reguler di beberapa developer yang ada.
Memasuki tahun 2017, Perum Bulog Sub Divre Wilayah III Bojonegoro sudah tancap gas untuk memenuhi kebutuhan gabah dari wilayahnya. Pasalnya di tahun 2017 ini, Bulog mentargetkan 200 ribu ton dari tiga kabupaten yakni Bojonegoro, Tuban dan Lamongan.
Perum Bulog Sub Divre Wilayah III Bojonegoro berencana akan membuka 3.500 Rumah Pangan Kita (RPK).