Jasa Penukaran Uang Jalanan Bermunculan, Uang Pecahan Ini Dominan Dicari
Jasa penukaran uang baru di Bojonegoro telah menjamur sejak pertengahan bulan suci Ramadan. Salah satu lokasinya, ada di area Alun-Alun Bojonegoro.
Jasa penukaran uang baru di Bojonegoro telah menjamur sejak pertengahan bulan suci Ramadan. Salah satu lokasinya, ada di area Alun-Alun Bojonegoro.
Bulan Ramadan baru 7 hari berjalan, namun mulai marak dijumpai jasa penukaran uang baru di Bojonegoro, bisnis musiman ini selalu menjamur di mana-mana saat bulan ramadhan tiba.
Setiap menjelang Hari Haya Idul Fitri jasa penukaran uang menjamur di Kabupaten Bojonegoro. Banyaknya masyarakat yang hendak menukarkan uang untuk dibagikan pada saat Hari Raya Idulfitri, membuat jasa penukaran uang laris.
Semakin mendekati hari lebaran, jasa penukaran uang baru di Bojonegoro mulai menjamur, terutama di sisi utara alun-alun. Hal ini dikarenakan stok uang baru di bank sudah mulai terbatas. Warga tidak keberatan, meski saat menukar ada biaya yang harus dikeluarkan.
Pasca beredar video viral penangkapan pelaku pengedar uang palsu (upal) di Cilegon, Jawa Barat beberapa hari lalu, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengingatkan potensi peredaran uang palsu jelang Lebaran 2019.
Setiap harinya para jasa penukar uang recehan bisa menukarkan uang pecahan baru hingga mencapai Rp10 juta. Angka ini bisa terus bertambah apalagi saat mendekati hari raya, masih banyak orang yang ingin menukar uang dengan pecahan baru.
Mendekati hari raya idul fitri, sudah tradisi masyarakat menukarkan uang pecahan baru untuk dibagikan kepada sanak famili saat berkunjung ke rumah.
Penukaran uang receh sudah menjadi tradisi tahunan di masyarakat, begitu juga di Kabupaten Bojonegoro. Hampir semua bank melayani penukaran uang kertas receh dengan nominal Rp2000 sampai Rp20.000. Animo masyarakat terhadap penukaran uang ini cukup besar.