Skip to main content

Category : Tag: Pengrajin


Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026

109 Stand Meriahkan Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 dengan tema "Wastrane Bojonegoro Membumi lan Ngamboro ing Buwono" akan sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Sebab, event yang dimulai Rabu besok, 17 Juni 2026 hingga Sabtu (20/6/2026) mendatang itu akan menampilkan banyak kerajinan khas Kabupaten Bojonegoro.

Berita Foto

Mbah Sumarno, Penjaga Warisan Wayang Thengul

Mbah Sumarno, dalang sekaligus pengrajin Wayang Thengul, memainkan salah satu tokoh wayang thengul buatannya di depan rumah di Kampung Thengul, Desa Sumberjo, Kecamatan Mergomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (26/8/2025).

Pengrajin Gerabah Keluhkan Susah Produksi di Musim Hujan

Musim hujan telah tiba, hal itu membuat para pengrajin gerabah menjadi terkendala. Lantaran, dari pagi sampai sore terkadang sinar matahari tidak menampakkan sinarnya, akibat tertutup oleh awan mendung, bahkan biasanya pagi pun sudah turun hujan.

Jalin Silaturahmi Asosiasi Pengrajin Batik Bojonegoro Belajar Batik Bledak Sogan Bojonegaran

Sebagai upaya meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para pelaku ekonomi kreatif di sektor kriya yang ada di Kota Migas, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro (Pemkab) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar silaturahmi bersama dengan Asosiasi Batik Bojonegoro yang dikemas dengan Workshop Proses Kreasi, Produksi, Distribusi, Konsumsi dan Konservasi, berbasis Lokal Batik Bledak Sogan Bojonegaran.

Kembang Kempis Pengrajin Kayu Sukorejo

Desa Sukorejo terkenal dengan pusat industri mebel dan furniture di Bojonegoro yang berbahan dasar kayu jati asli. Apalagi kayu jati Bojonegoro kualitasnya tidak diragukan lagi, sudah banyak daerah-daerah perajin, seperti Bali dan Jepara yang membuat ukiranya berbahan dari jati Bojonegoro.

Produksi Kapuk Setiaji, Sukosewu

Warga Banyak Berhenti Produksi Kasur

Susahnya mendapatkan bahan kapuk, membuat produksi kapuk di Desa Setiaji, Kecamatan Sukosewu banyak yang berhenti produksi. Padahal sebelumnya ada sekitar 55 KK di desa Setiaji yang setiap hari bekerja membuat kasur dari kapuk.