Duta Baca Indonesia Perpusnas Republik Indonesia, Gol A Gong, beri motivasi menulis kepada mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di Perpustakaan Unugiri Selasa (21/7/26). Program kegiatan bertema “Ketemu Penulis Ke-3” Bedah Buku Nasional berjudul Ledakkan Idemu Agar Kepalamu Tidak Meledak (LIaKTM) karya Gol A Gong, adalah program unggulan Perpustakaan Unugiri yang setiap bulan rutin dilakukan.
Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Bojonegoro menghadirkan Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, dalam kegiatan bedah buku "Ledakkan Idemu Agar Kepalamu Tidak Meledak" di Kendalisada Creative Corner, Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, pada Senin (20/7/2026).
Saat lampu panggung senyap dalam gelaran Bojonegoro Arts Circle di Gedung BCH Bojonegoro, seorang aktor muncul diantara penonton. Ia berbicara, bergerak, dan menjelma menjadi beragam wajah manusia dengan sebuah spot lampu sederhana yang dibawa dalam monolog Dalam Topeng-Topeng.
Kolaborasi jadi satu kunci ketika puluhan konten kreator, influencer, dan pegiat media sosial di Kabupaten Tuban, hadir untuk berjejaring dan belajar bersama di event bertajuk Tuban Influencer Summit 2025, Rabu (10/9/2025) malam.
Keberadaan warung semok yang berlokasi di Desa Tretes, Kacamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro memang sudah cukup dikenal masyarakat dari dalam dan luar Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya, warung tersebut adalah salah satu ikon yang ada di Waduk Pacal, waduk yang dimanfaatkan sebagai penampung air dan juga objek wisata di Kabupaten Bojonegoro.
Jum'at (05/04/2019) malam komunitas perupa bojonegoro gelar pameran lukisan. Pameran itu bertempat di Resto Ayam Geprek Sako Jln. Sawonggaling. Acara dimulai pukul 19:00 WIB hingga selesai. Pameran tersebut berlangsung selama 3 hari dimulai 5 sampai tanggal 7 april. Dalam acara, tidak hanya menampilkan lukisan yang dipamerkan. Pameran ini dihadiri pencinta seni termasuk seni musik, pantomim, fotografer dll. Eko ketua komunitas perupa bojonegoro mengatakan, "dengan acara ini diharapkan bisa merangkul semua seniman di Bojonegoro dan membangkitkan kembali komunitas perupa bojonegoro yang sempat mati beberapa tahun sebelumnya". Wahyu ketua pokja kebudayaan Bojonegoro menambahkan "Tentunya kalo mereka membelikan hiasan-hiasan ini untuk tempat-tempat lain atau hotel belum menjangkau karya lokalnya. Harapannya digelarnya pameran ini menjadi ketertarikan mereka untuk mengoreksi, memasang dari karya asli Bojonegoro ini".