Hari Peduli Sampah Nasional Diperingati Para Relawan di Bojonegoro
Setiap tanggal 21 Februari diperingati sebagai hari peduli sampah nasional (HPSN) tema peringatan tahun ini yaitu kelola sampah, kurangi emisi dan bangun proklim.
Setiap tanggal 21 Februari diperingati sebagai hari peduli sampah nasional (HPSN) tema peringatan tahun ini yaitu kelola sampah, kurangi emisi dan bangun proklim.
Pasca tragedi longsor sampah di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada 21 februari 2005, Kementerian Lingkungan Hidup telah mencanangkan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) setiap 21 Februari.
Peristiwa bencana alam yang terjadi di awal Desember 2021 yakni erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, mengundang perhatian banyak pihak, salah satunya Forum Komunikasi Tenaga Harian Lepas (THL) Puskesmas se-Kabupaten Bojonegoro.
Sebagai upaya untuk menurunkan tingkat penularan Covid-19 dan tercapainya kekebalan komunitas, Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah melalui Surat Edaran tertanggal 28 Oktober 2021, meminta melakukan skreening pengunjung dengan aplikasi PeduliLindungi.
Polsek Sumberrejo sudah jauh-jauh menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk ikut mengedukasi masyarakat yang akan berkepentingan di kantor kepolisian.
Pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung semenjak Tahun 2020, tentu memiliki dampak besar bagi masyarakat. Dalam upaya pencegahan Covid-19. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah termasuk memberlakukan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM), yang tentunya sangat berimbas kepada penghidupan masyarakat yang bekerja di sektor informal.
Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada (21/02/2021), Kementrian Lingkungan Hidup melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, mengambil tema terkait sampah bahan baku ekonomi di masa pandemi.
Bencana alam yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro menjadi perhatian Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Bojonegoro. Kader perempuan NU Bojonegoro mendistribusikan ribuan paket Sembako untuk korban banjir sebagai bentuk kepedulian sesama.
Pandemi Corona/Covid-19 membuat beberapa aktivitas warga dibatasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Salah satunya beberapa profesi terdampak yang tidak bisa melakukan pekerjaan melalui work from home atau bekerja dari rumah.