Tekan Harga, Disdag Gelar Pasar Murah Selama 14 Hari
Sejak Senin (23/4/2018) lalu Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro menggelar Pasar murah selama 14 hari.
Sejak Senin (23/4/2018) lalu Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro menggelar Pasar murah selama 14 hari.
Melihat rantai distribusi antara petani dengan pengepul yang sangat panjang, Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Bojonegoro adakan Pasar Komodity pertanian dan industri makanan olahan. Kegiatan yang mempertemukan pemilik dengan pembeli ini, bertujuan untuk membantu memasarkan produk pertanian dan memangkas mata rantai perdagangan.
Harga jual bawang merah di tingkat pedagang pasar tradisional Kota Bojonegoro meroket tajam. Jika pada bulan Maret harga sempat turun, kini dalam sepekan terakhir harga bawang kembali naik sampai 70 persen per kilogramnya.
Hampir setiap hari, sekitar pukul 15.00 WIB, para pedagang di pasar sore Kota Bojonegoro, mulai bersiap-siap untuk berjualan. Hiruk pikuk para pedagang dan lalu lalang para pengguna jalan menjadi pemandangan yang elok setiap sore di pasar tersebut.
Pelaksanaan pasar murah yang akan digelar Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro, guna mengantisipasi adanya lonjakan harga dan stabilisasi harga jelang bulan Ramadan, akan digelar sebelum akhir April ini.
Pasar Sore sebutan dari pasar tumpah yang ada di Pasar Kota Bojonegoro, mulai pukul 15.00 WIB para pedagang mulai berjajar untuk menyiapkan dagangannya.
Pada pertengahan bulan April 2018 ini, Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro berencana menggelar pasar murah yang akan menyasar 28 kecamatan, dan dilaksanakan selama 18 hari.
Mungkinkah pasar tradisional sudah tergerus oleh zaman, karena perkembangan modernisasi yang begitu pesat, dan juga perkembangan teknologi yang makin canggih.
Akhir bulan Maret 2018 harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro masih normal tidak kenaikan harga sembako. Namun, para pedagang keluhkan sepi pembeli.
Darmini, wanita yang sudah tak muda lagi, hal itu nampak pada raut wajahnya yang sudah banyaknya kerutan. Ia adalah salah satu pedagang keliling di Kota Bojonegoro. Ia sudah berdagang sekitar 20 tahun, namun sebelumnya ia memiliki warung di rumah. Namun karena usaha warung tidak begitu lancar ia memilih untuk berjualan keliling, yang telah ia tekuni sekitar 10 tahun.