Bermain di hadapan ribuan suporter Peribo Bojonegoro terus mengancam gawang Persema Malang. Namun laga uji coba yang diselenggarakan di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro, Minggu (23/4/2017), babak pertama berakhir 0-0.
Para pedagang mulai menjajakan barang dagangannya menyambut perhelatan laga persahabatan, antara Persibo vs Persema nanti sore di Stadion Ledjend H Soedirman, Minggu (23/4/2017) pukul 15.30 WIB.
Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2017, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Bojonegoro menggelar upacara dan juga bhakti sosial, Jumat (21/4/2017).
Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, dan 22 April sebagai Hari Bumi. Dalam rangka memperingati dua hari itu, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Bojonegoro, pada Sabtu (22/4/2017) menggelar beberapa kegiatan.
Untuk memeperingati hari besar Hari Kartini, Madrasah Islamiyah Nadhalatul Ulama' (MINU) Unggulan Walisongo, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro menggelar rangakaian acara yang diikuti sekitar 750 peserta, Sabtu (22/4/2017).
Jelang pertandingan Persibo Bojonegoro menghadapi Persema Malang di Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro, Minggu (24/4/2017). Polres Bojonegoro akan nenyiagakan ratusan personil gabungan untuk mengamankan jalannya laga tersebut.
Menjelang berakhirnya kontrak mengelola blok minyak dan gas bumi (migas) Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) pertahankan jumlah produksi agar tidak mengalami penurunan.
Sampai saat ini peminat tabung elpiji 3 kilogram masih cukup tinggi. Untuk itu saat ini Dinas Perdagangan (Disdag) masih terus mengupayakan untuk mengurangi orang kaya mengunakan elpiji bersubsidi dan beralih ke bright gas.
Prestasi mentereng ditunjukkan Kodim 0813 Bojonegoro, karena dipercaya Kodam V Brawijaya mewakili Jawa Timur dalam perlombaan Binter (Pembinaan Teritorial) ke-XX tingkat Nasional. Rencananya mulai Kamis (20/4/2014) sampai Jum'at (21/4/2017) besok akan dinilai.
Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu: