Berita Foto
Makan di Pinggir Air Banjir Bengawan Solo
Tampak, warga tengah menikmati makan di tanggul desa, dengan pemandangan luberan air bengawan dan jagung yang tinggal terlihat sedikit, Selasa (17/12/2024).
Tampak, warga tengah menikmati makan di tanggul desa, dengan pemandangan luberan air bengawan dan jagung yang tinggal terlihat sedikit, Selasa (17/12/2024).
Luapan air Bengawan Solo masih terus terjadi sampai pukual 07.00 WIB. Bahkan, akibatnya banjir melanda di sejumlah tempat, termasuk lahan jagung milik petani di Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.
Ketinggian air di Bengawan Solo hingga pukul 06.00 WIB masih terus bertambah. Potensi hingga Siaga Merah (Siaga 3) cukup besar, mengingat wilayah hulu masih tinggi.
Tampak, warga Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sedang memanen secara paksa jagung. Sebab, lokasinya di bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.
Saat air sudah berada di level Siaga Merah (siaga 3), maka kecamatan di bantaran Sungai Bengawan Solo sudah mulai kebanjiran. Jika ada luberan air, maka 14 kecamatan sudah terbiasa menjadi langganan.
Air kiriman dari hulu terus menambah debet tinggi air sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro. Bahkan, pukul 21.00 WIB, ketinggian air di papan ukur Kota Bojonegoro telah menunjukkan Siaga 2 (Kuning).
Peningkatan tinggi air sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro terus naik sampai siang hari. Bahkan, pukul 12.00 WIB telah masuk Siaga 1 (Hijau).
Informasi blokBojonegoro.com, Senin (16/12/2024) dari data Perusahaan Umum Jasa Tirta Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo yang dilansir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menjelaskan, pada pukul 00.00 WIB di papan ukur Kota Bojonegoro ketinggian air masih di angka 10.42 phielschall.
Suhu rendah dan lembab saat musim hujan, apalagi Kabupaten Bojonegoro tengah menghadapi cuaca ekstrem, jadi tempat favorit virus dan bakteri penyebab penyakit untuk berkembang biak. Selain itu, lingkungan di musim hujan juga dapat menurunkan sistem imun, sehingga kemungkinan infeksi virus dan bakteri cukup tinggi.
Nama lengkapnya Budi Syahbudin Syukur. Ia dikenal dengan nama Budi DoReMi, lahir 19 September 1984 di Serang, Banten. Lagu hits yang diingat penggemar "Melukis Senja" abadi sampai sekarang ini.