Laporan orang tenggelam masuk di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro. Yakni Agiar Fatir Ibrahim (15) warga Desa Jumok RT 11/RW 04 Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, (13/9/2025) siang.
Cahaya mentari di Dusun Jipangulu, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro sedang cerah. Rabu pagi (2/10/2024) sejumlah warga berduyun-duyun ke dekat makam.
Ketika mendengar kata 'sampah' tentu yang ada di benak kita adalah sesuatu yang kotor, bau dan hampir semua orang akan menjauhi itu. Sampah hingga saat ini masih jadi PR besar bagi pemerintah Indonesia, tak terkecuali juga bagi Pemerintah Daerah seperti Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur yang memiliki 28 kecamatan dengan total warganya 1.322.474 jiwa yang tersebar di 11 kelurahan dan 419 desa.
Keinginan Warga Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, untuk menempati tanah Perhutani masih terhalang izin. Warga terdampak rencana pembangunan Bendungan Karangnongko juga menagih kejelasan audiensi di Gedung Angling Dharma Pemkab Bojonegoro.
Sebagai informasi berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur menyebutkan, timbunan sampah rumah tangga pada tahun 2021 mencapai 6.687.759 ton per tahun. Dari 6.7 juta ton timbunan sampah per tahun tersebut memiliki penanganan sampah mencapai 74 persen atau setara 4.948.941 ton per tahun.
Sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia untuk melakukan silaturahmi saat hari lebaran tiba. Dimana, kegiatan mudik, berbelanja kebutuhan lebaran (sandang dan pangan) serta memberi uang untuk anak-anak (angpau) sudah seperti menjadi hal wajib untuk dilakukan.
Menipisnya ketersediaan air buat lahan pertanian dimungkinkan ancaman gagal panenakan terjadi, seperti di Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya mayoritas petani mengandalkan kebutuhan air dari Waduk Pacal yang ada di Kecamatan Temayang.
Pada apel peringatan HUT Pramuka ke-58 di Alun-alun Bojonegoro tanggal 14 Agustus 2019 yang lalu, mengangkat isu tentang gerakan peduli lingkungan untuk berkomitmen mengurangi sampah plastik.
Pondok pesantren (Ponpes) Al-Rosyid, Dander, Bojonegoro sudah tidak lagi dipusingkan persoalan sampah yang menggunung setiap harinya. Jumat (25/01/2019), ditempat itu dilakukan uji coba alat pengelola sampah. Program tersebut dibantu SKK Migas, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan IDFoS Indonesia. Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sanitasi dan praktik hidup bersih serta terciptanya pengelolaan sampah domestik yang inovatif. Mengingat timbunan sampah di TPS Kecamatan Dander perhari mencapai 1 m3/hari. Timbulan sampah tersebut lebih kecil dari timbulan yang dihasilkan Ponpes Al-Rosyid dengan jumlah waraga pondok kurang lebih 2000 jiwa yaitu sebanyak 3 m3/hari. Dari tumpukan sampah itu kemudian diolah menjadi minyak.