Skip to main content

Category : Tag: Nanang Fahrudin


Tolong Beritahu Kami Apa yang Dikehendaki Tuhan

Kang Tolib mencoba memahami apa yang terjadi akhir-akhir ini dengan cara pelan-pelan. Ya, pelan-pelan sekali. Dia tak mau terburu-buru menyimpulkan sesuatu. Terlalu menyederhanakan masalah, begitu pikirnya. Meski ia cuma nyantri sebentar saja di pondok tua di desa sebelah, otaknya nggak tumpul-tumpul amat.

Menunggu Pemimpin yang Pro Bengawan Solo

Gesang Martopawito memberikan kesaksian betapa indah sungai Bengawan Solo di masa lalu. Kesaksian itu diungkapkan lewat lagu yang diciptakannya pada musim kemarau panjang tahun 1940. Saat itu dia berada di tepian Bengawan Solo dan melihat anak-anak desa main sepakbola di hamparan pasir tengah bengawan.