Suasana lapangan MAN 1 Bojonegoro tampak riuh penuh tawa saat mahasiswa asing peserta Cultural Camp ikut mencoba permainan tradisional bersama para siswa, Sabtu (1/11/2025).
Suasana kelas XI E Taruna MAN 1 Bojonegoro pagi itu benar-benar hidup. Dalam sesi pembelajaran lintas budaya bersama tamu asal Kenya, para siswa aktif bertanya, berinteraksi, dan tertawa lepas.
Ada lima lokasi yang jadi tujuan program "Ziarah Muassis Nahdlatul Ulama (NU)" oleh PCNU Bojonegoro bersama perwakilan Banom dan Lembaga, dalam rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2025.
Lokasi ke empat ziarah muassis Nahdlatul Ulama (NU) oleh PCNU Bojonegoro bersama perwakilan Banom dan Lembaga, sampai di pesarean Almaghfurlah KH. Bisri Syansuri, Sabtu (1/11/2025) siang.
Halaman MAN 1 Bojonegoro tampak semarak pada Sabtu (1/11/2025). Ratusan siswa berseragam rapi menyambut kedatangan empat mahasiswa pascasarjana dari berbagai negara dalam kegiatan Culture Camp by Foreign Graduate Students. Acara ini menjadi jembatan budaya sekaligus ruang belajar global bagi para siswa madrasah unggulan tersebut.
Tuntas dari pesarean Syaichona Moh. Cholil Bangkalan dan Ponpes Tebuireng berziarah di Hadratussyaikh KH. Hasyim Asyari, peserta ziarah muassis NU dari PCNU Bojonegoro beserta Banom dan Lembaga menuju ke Kediri.
Tepatnya berziarah di area pesarean aulia di Tambak, Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Di lokasi tersebut, disareaken KH Hamim Tohari Djazuli atau Gus Miek, KH. Achmad Siddiq dan salah satu tokoh pendirian awal NU Bojonegoro, KH. Rohmad Zubair.
Tujuan kedua ziarah muassis Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar PCNU Bojonegoro bersama perwakilan Banom dan Lembaga, berada di kompleks pesarean Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng. Yakni di pesarean Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy'ari.
Di sebuah sudut tenang Desa Dologgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, goresan kuas spons berpadu dengan aroma malam panas yang menyengat dan kepulan asap tipis mengiringi tangan-tangan perempuan desa yang tekun menorehkan malam di atas kain putih. Dari sanalah lahir karya bernilai tinggi Bernama Batik Sekar Rinambat, batik dengan motif bunga merambat yang melambangkan ketekunan, harapan, dan semangat untuk tumbuh bersama.
Tujuan pertama kegiatan PCNU Bojonegoro beserta Banom dan Lembaga "Ziarah Muassis Nahdlatul Ulama (NU)" diawali dari pesarean Syaichona Moh. Cholil Bangkalan.
Tampak, Jumat (31/10/2025) malam, puluhan peserta dari pengurus harian PCNU Bojonegoro, Banom dan Lembaga, telah sampai di kompleks Pesarean Mbah Cholil di Madjid Agung Bangkalan, Madura. Dipimpin ketua rombongan KH. Saeful Hidayat al Tambakrejo.
Puluhan peserta Ziarah Muassis Nahdlatul Ulama (NU) dari rombongan PCNU Bojonegoro bersama Bannom/Lembaga, Jumat (31/10/2025) malam. Kegiatan tersebut dalam rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2025.