Waspadai Banjir Bojonegoro
Hujan Makin Sering, Waspada Banjir di Wilayah Bojonegoro
Intensitas hujan di wilayah Kabupaten Bojonegoro semakin sering terjadi belakangan ini. Bahkan, curahnya cukup besar dibanding sebelumnya.
Intensitas hujan di wilayah Kabupaten Bojonegoro semakin sering terjadi belakangan ini. Bahkan, curahnya cukup besar dibanding sebelumnya.
Menurut dr Caesar, penurunan imunitas kadang ditandai dengan bersin gatal batuk. Demam itu bukan sakit namun suatu gejala saja. Yang paling terjadi saat pergantian musim, diantaranya penyakit yang bersal dari mulut, tenggorokan dan saluran pencernaan.
Beberapa hari terakhir, cuaca di Kabupaten Bojonegoro tak menentu. Sebab, saat siang hari mengalami panas yang menyengat, sedangkan saat sore hingga malam hari mengalami hujan deras disertai angin kencang dan petir.
Kebakaran hebat yang melanda tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, melibatkan 35 personel gabungan dalam proses pemadamannya.
Kebakaran hebat melanda tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (3/9/2025) dini hari.
Kepala Dinas Pemadan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro, Siswoyo, menuturkan pihaknya terus berupaya maksimal untuk menekan angka kebakaran dan meningkatkan kinerja penyelamatan. Hingga saat ini Dinas Damkarmat Bojonegoro telah memiliki 10 pos pemadam. Terbaru ada di Kecamatan Sumberrejo dan Kecamatan Ngasem.
Belakangan ini, cuaca panas tengah melanda daerah Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya. Hujan juga mulai jarang sekali turun. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memasuki musim kemarau mengeluarkan himbauan dan mewaspadai Kebakatan Hutan dan Lahan (KARHUTLA).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Kabupaten Bojonegoro bakal dilanda musim kemarau mulai awal bulan Mei 2025 mendatang. Untuk menghadapi musim tersebut, Pemkab Bojonegoro telah membuat terobosan untuk daerah yang kerap dilanda krisis air bersih.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban memprediksi bahwa sebagian wilayah di Kabupaten Bojonegoro pada akhir bulan April 2025. Kemudian, puncak musim kemarau diprediksi pada bulan Agustus 2025 mendatang.
Selain perwakilan komunitas Stand Up Indo Bojonegoro, juga ada Live Musik yang dibawakan duet Raka dan Oki. Raka melalui suara khas yang halus dengan petikan gitar, sedangkan Oki yang biasanya memainkan biola, dekarang membawa saxophone.