Hari Jadi Bojonegoro ke 348
206 Pedagang Sayur Keliling Dapat Bantuan
Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348 jadi momen menyenangkan bagi para pedagang keliling yang menjual aneka kebutuhan dapur, atau biasa disebut pedagang rengkek.
Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348 jadi momen menyenangkan bagi para pedagang keliling yang menjual aneka kebutuhan dapur, atau biasa disebut pedagang rengkek.
Dian Pandu, pelaku bisnis kuliner otak-otak ikan laut dan bandeng presto dari Bojonegoro, terus mengembangkan usahanya dengan meracik otak-otak khasnya dari ikan Barracuda dan Tenggiri yang kaya akan lemak omega 3.
Renyah, gurih enak kerupuk ikan bandeng banyak diminati warga sekitar Kabupaten Bojonegoro. Kerupuk yang biasa menjadi camilan dan kawan makan tersebut, diproduksi melalui usaha rumahan Aninda Keripik Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.
Nurul Yunikmah memiliki cita-cita mulia memberdayakan petani di daerahnya, khususnya petani padi agar terus semakin berkembang. Program klaster usaha binaan BRI tersebut mendorong semangatnya untuk mengembangkan usaha kerakyatan
Cemilan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Di Desa Pukuwon, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, warga setempat, Gufron, telah menjadi salah satu produsen cemilan terkemuka.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro meluncurkan atau (launching) Kartu Pedagang Produktif (KPP) yang diperuntukan bagi para pedagang di Bojonegoro.
Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro, memadati Kantor Dinas Koperasi dam UMKM dan Koperasi Bojonegoro pada hari terakhir pengajuan dana hibah Jumat (11/9/2020). Mereka mengajukan pendaftaran berharap mendapatkan bantuan hibah dana UMKM sebesar senilai Rp2,4 juta
Suyatno, (25) pemuda asal Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro, bermodalkan 20 juta rupiah dari hasil bekerja selama 3 tahun lebih, kini ia mampu mewujudkan mimpinya untuk bisa menjadi pengusaha fotokopi di dua cabang yang ada di Kota Bojonegoro.
PT Pertamina (Persero) kembali menyalurkan modal usaha bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Wilayah Jawa Timur.
Program Kartu Pedagang Produktif (KPP) yang dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro dianggap tidak berpihak kepada pedagang. Sejak awal diluncurkan pada Januari 2019 lalu, hingga kini para pedagang masih kesulitan mengaksesnya.