Skip to main content

Category : Tag: Migas


Pemkab Kuatkan Petani Saat Pandemi Covid-19

Keberadaan petani menjadi kekuatan sejati ditengah pandemi Covid-19, meskipun disaat mewabahnya virus Corona semua sektor usaha terganggu. Sehingga pemerintah kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menguatkan sektor pertanian, dengan meninjau petani cabai dan semangka di Desa Ngeper Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro.

Dewan Minta SKK Migas Jabanusa Prioritaskan Pasien Isoman

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, meminta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Bojonegoro Jawa Bali Nusa Tenggara (SKK Migas Jabanusa) serius dalam membantu penanganan Covid-19 di Bojonegoro, Senin (02/08/2021).

Hearing, SKK MIGAS Dukung Program Percepatan Penanganan Covid-19

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa) bersama pimpinan DPRD Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat kerja terhadap penanganan Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Senin (02/08/2021).

SKK Migas Gelar Webinar, Tebar Inspirasi Saat Pandemi

Adanya pandemi membuat masyarakat lebih lekat akan dunia media sosial. Masyarakat akan lebih sering melakukan aktifitas didalam rumah dengan main sosial media. Selain itu, perkembangan zaman saat ini membuat masyarakat harus melek akan informasi maupun teknologi yang canggih saat ini.

Tertarik Isu Lingkungan, DPRD Ponorogo Kunjungi NGO di Bojonegoro

Daerah Bojonegoro yang heterogen dengan berbagai aspek lingkungan, termasuk adanya industri migas, membuat anggota Komisi C DPRD Ponorogo melakukan kunjungan ke Kota Migas untuk berdiskusi dengan NGO di Bojonegoro, yaitu Aliansi Lingkungan Alam dan Sosial (ALAS) Institute.

DEN Bantu  Pembangunan Rendah Karbon Industri Hulu Migas

Dewan Energi Nasional (DEN) menilai pemerintah telah memiliki strategi dalam melakukan transisi energi untuk mengurang emisi karbon seperti yang tertuang dalam ratifikasi Paris Agreement. Hal itu disampaikan anggota DEN, Satya Widya Yudha. Jika melihat dari Nationally Determined Contribution (NDC), kata Satya, Indonesia memiliki kontribusi penurunan emisi di sektor energi dengan batas waktu 2030 hanya 38 persen. Karena sektor yang lain mulai dari waste, industri, agriculture, dan juga forest jika dijumlahkan mencapai 62 persen.