Seorang warga Desa Mlideg, Kabupaten Bojonegoro, Mujianto, menemukan inspirasi luar biasa ketika secara tidak sengaja menemukan pelepah pisang di sekitar desanya pada tahun 2016. Akhirnya dia mampu mengubah sampah lingkungan menjadi seni yang menghasilkan jutaan rupiah.
Komunitas Perupa Bojonegoro, Banyu Bening pamerkan dan On The Spot (OTS) di kawasan Thamrin Park, Jalan MH. Thamrin Bojonegoro. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro sebut hal tersebut bukanlah sekadar pameran. Karena ini mengenalkan karya di wahana baru di Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (28/1/2023).
Komunitas Perupa Bojonegoro, Banyu Bening pamerkan hasil lukisannya di kawasan Thamrin Park Jalan MH. Thamrin Kelurahan Ledok Kulon, Kota Bojonegoro, Sabtu (28/1/2023) petang.
Tampak beberapa karya seni lukis milik belasan pelukis di Kabupaten Bojonegoro terpajang di sekitar ruangan gedung PCK Bojonegoro dan terbagi menjadi tiga bagian.
Pameran Lukisan 'per EMPU an' yang diselenggarakan oleh kelompok Pelukis Sangrupa secara resmi dibuka pada Sabtu (10/04/2021) lalu. Di antara sederetan lukisan yang terpajang, terdapat beberapa lukisan istimewa, yakni lukisan yang dibuat oleh 4 pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB).
Jum'at (05/04/2019) malam komunitas perupa bojonegoro gelar pameran lukisan. Pameran itu bertempat di Resto Ayam Geprek Sako Jln. Sawonggaling. Acara dimulai pukul 19:00 WIB hingga selesai. Pameran tersebut berlangsung selama 3 hari dimulai 5 sampai tanggal 7 april. Dalam acara, tidak hanya menampilkan lukisan yang dipamerkan. Pameran ini dihadiri pencinta seni termasuk seni musik, pantomim, fotografer dll. Eko ketua komunitas perupa bojonegoro mengatakan, "dengan acara ini diharapkan bisa merangkul semua seniman di Bojonegoro dan membangkitkan kembali komunitas perupa bojonegoro yang sempat mati beberapa tahun sebelumnya". Wahyu ketua pokja kebudayaan Bojonegoro menambahkan "Tentunya kalo mereka membelikan hiasan-hiasan ini untuk tempat-tempat lain atau hotel belum menjangkau karya lokalnya. Harapannya digelarnya pameran ini menjadi ketertarikan mereka untuk mengoreksi, memasang dari karya asli Bojonegoro ini".
Masih ingat dengan pelukis atau sketsa wajah asal Dusun Mbilo, Desa Pungpungan, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro. Ari Nirwana (26), seorang sarjana Sejarah Kejayaan Islam (SKI), Universitas Sunan Ampel Surabaya mampu menjual lukisan karyanya hingga belasan juta rupiah.
'Matoh' begitulah sanjungan yang pas untuk disematkan atas pameran lukisan di gedung Pemkab Bojonegoro. Lukisan-lukisan tersebut adalah karya Agus Tomim yang tergabung dalam kelompok seniman atau Komunitas Lukis Cat Air Indonesia (Kolcai), Jogjakarta.
Pengusaha sukses Indonesia Bob Sadino pernah berkata, bahwa pekerjaan yang paling enak ialah hobi yang dibayar. Hobi ialah sebuah aset besar jika bisa memanfaatkannya. Terbukti, pemuda asal Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Sobirin atau yang akrab disapa Baron mempunyai penghasilan tambahan dari hobinya sejak kecil, yaitu melukis.