Bumil dan Busui di Bojonegoro Ikuti Kelas Asi Dari BPA
Belasan ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) di Kabupaten Bojonegoro, tengah mengikuti kelas Asi yang diselenggarakan oleh komunitas Bojonegoro Peduli Asi (BPA), Minggu (11/10/2020).
Belasan ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) di Kabupaten Bojonegoro, tengah mengikuti kelas Asi yang diselenggarakan oleh komunitas Bojonegoro Peduli Asi (BPA), Minggu (11/10/2020).
Aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok masyarakat yang menyuarakan aspirasi secara terbuka belakangan ini, dikhawatirkan memicu timbulnya klaster baru Covid-19. Aksi unjuk rasa itu pun meluas di berbagai daerah dan mengundang kerumunan. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan bahwa saat ini masih dalam kondisi pandemi.
Masyarakat secara khusus Jawa, cukup familiar dengan istilah petilasan. Kata ini merujuk pada “tilas†atau bekas. Suatu tempat yang pernah didatangi atau ditinggali oleh seseorang yang mempunyai jasa besar bagi kehidupan. Dalam konteks ini seseorang yang pernah tinggal dan mendatangi suatu tempat merupakan orang penting.
Pandemi Covid-19 berdampak pada semua aspek termasuk pelaku usaha maupun persewaan acara hajatan, termasuk pernikahan. Namun setelah adanya pernikahan new normal dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, bisa memutar perekomian masyarakat kembali.
Coba Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka yang dilakukan 3 sekolah di Kabupaten Bojonegoro, Selasa (18/8/2020) hari ini diapresiasi Komisi E DPRD Provinsi Jatim yang turut memantau pelaksanaan di lapangan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah melakukan evaluasi persebaran Covid-19. Hasilnya ditemukan adanya 6 klaster covid-19 yakni klaster TKHI, klaster pasar dan pedagang rengkek, klaster perjalanan luar kota, klaster tenaga kesehatan, kluster ibu hamil dan klaster SKK Migas.
Beberapa frame yang menampilkan wajah tokoh dan kaligrafi terpajang di sebuah rumah yang beralamat di Gang Bromo, Kelurahan Sumbang, Bojonegoro. Di rumah Retno Pujiastuti itulah, ia bersama suaminya membuat frame siluet wajah.
Jelang new normal, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro, menyiapkan mekanisme operasional baru yakni menyiapkan blok isolasi bagi nara pidana atau tahanan baru. Operasional baru tersebut sesuai dari arahan dari Kemenkumham RI tentang pencegahan penyebaran covid 19 di lingkungan Lapas.
Upaya antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sudah dilakukan sejak pemerintah menetapkan sebagai bencana nasional.
Dari 17.250 anak, ada enam siswa dinyatakan tidak lulus. Enam siswa tersebut berasal dari Kecamatan Kapas 3 anak , satu siswa dari Kecamatan Baureno, dan dua siswa dari Kecamatan Temayang. Mereka tidak lulus karena persentase kehadiran yang minim. Sehingga, mereka disarankan melanjutkan ke pendidikan kesetaraan atau kejar paket B.