Skip to main content

Category : Tag: Ku


Kabid Urais Kemenag Jatim Tekankan Syukur dan Etos Kerja bagi Penghulu dan Penyuluh di Bojonegoro

Penghulu dan penyuluh agama di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro hari ini mendapatkan pembinaan guna meningkatkan profesionalitas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Kabid Urais) Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur menekankan pentingnya rasa syukur, etos kerja, serta peningkatan kompetensi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, Rabu (11/3/2026).

Tanya Jawab Fiqih

Puasa Sunah Syawal, Bagaimana Hukum dan Ketentuannya?

Ramadan yang membekas di hati seorang Muslim akan melahirkan rasa sedih tatkala bulan suci tersebut hendak pamit. Kenikmatan ibadah di bulan Ramadan adalah anugerah agung yang diberikan Allah subhanahu wata’ala. Terutama puasa sebagai ibadah yang paling istimewa di bulan tersebut. Oleh karena itu, sebagian kaum muslimin akan melanjutkan puasa sehari setelah Idul Fitri, yaitu puasa enam hari di bulan Syawal.

Menag dan MUI Teken MoU Kawal Implementasi KUHP Baru

Menteri Agama Nasaruddin Umar, bersama Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) mengenai Implementasi KUHP dan KUHAP, khususnya yang berkaitan dengan tindak pidana keagamaan dan masalah kesusilaan. Diwakili oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, K.H. Marsudi Syuhud, penandatanganan ini berlangsung di Kantor Pusat MUI, Jakarta pada Selasa (10/3/2026).

Hari Raya Idul Fitri 1447

Ribuan Rumah Ibadah Siap Layani 24 Jam, Istirahat Saat Lelah di Jalan

Kemenag RI mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri saat dalam perjalanan mudik ke kampung halaman pada momen Idulfitri 1447 H. Jika lelah dalam perjalanan, Kemenag telah siapkan ribuan rumah ibadah yang siap melayani 24 jam selama fase arus mudik dan arus balik lebaran 2026.

Tanya Jawab Fiqih

Syawal Itu Bulan yang Pas untuk Menikah, Benarkah?

Bila ada sebagian orang yang menghindari bulan-bulan tertentu untuk menikah karena menilainya sebagai bulan sial, maka sejatinya fenomena yang sama juga pernah terjadi pada zaman jahiliyah. Orang-orang jahiliyah meyakini bahwa bulan Syawal adalah pantangan untuk menikah.