Baru Satu Desa di Bojonegoro yang Minta Dropping Air Bersih
Memasuki musim kemarau, satu desa di Kabupaten Bojonegoro telah mengajukan untuk dropping air bersih, yakni Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.
Memasuki musim kemarau, satu desa di Kabupaten Bojonegoro telah mengajukan untuk dropping air bersih, yakni Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.
Memasuki musim kemarau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, menyiapkan air bersih 400 tangki. Hal itu, dilakukan untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi desa yang menjadi langganan kekeringan. Di antaranya sebanyak 19 desa, di 8 kecamatan yang rawan kekeringan dan krisis air bersih.
Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mulai memetakan daerah yang rawan kekeringan. Mengacu pada peta daerah rawan kekeringan tahun 2021 terdapat 20 desa di Kabupaten Bojonegoro yang terancam mengalami kekeringan.
Momen lebaran menjadi hal yang sangat spesial dan ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Lebaran menjadi salah satu ajang untuk saling memaafkan. Tidak hanya itu saja, saat lebaran Anda bisa mencicipi berbagai hidangan kue dan sajian lainnya seperti lontong, bakso, dan sebagainya.
Bisnis makanan memang tak pernah ada matinya selama produsen telaten dan rajin mencari resep baru. Tentu saja, jika terus berinovasi, konsumen akan selalu berdatangan tanpa rasa
Memasuki musim hujan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, telah menghentikan penyaluran dropping air bersih. Sebab, desa terdampak kekeringan sudah berhenti mengajukan permintaan air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, mencatat sebanyak 15 Desa di Kabupaten Bojonegoro tengah mengalami kekeringan. Pihaknya berupaya menyalurkan ratusan tangki air bersih untuk wilayah terdampak kekeringan.
Menurut prediksi BMKG, saat ini Indonesia memasuki musim kemarau basah. Berbeda dengan kemarau kering, kemarau basah ini masih ada potensi hujan yang akan terjadi. Mengingat Bojonegoro menjadi wilayah yang rawan bencana kekeringan saat musim kemarau, BPBD Bojonegoro melakukan persiapan untuk mendistribusikan air bersih kepada wilayah-wilayah yang terdampak bencana kekeringan.
Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bojonegoro serta Dinas PU SDA terkait kebutuhan air dalam musim tanam padi bulan Mei.
Mendekati musim kemarau dan kekeringan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, terus mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan air bersih. Mengingat wilayah Bojonegoro masuk kategori rawan bencana kekeringan saat musim kemarau terjadi.