blokBojonegoroTV
Tenggak Minuman Keras 3 Warga Bojonegoro Meninggal
Tenggak Minuman Keras 3 Warga Bojonegoro Meninggal
Tenggak Minuman Keras 3 Warga Bojonegoro Meninggal
Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jawa Timur (Jatim) menilai Kabupaten Bojonegoro berstatus darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal tersebut, melihat jumlah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan persetubuhan di Bojonegoro yang meningkat di tahun 2023.
Polres Bojonegoro mencatat sederet kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bojonegoro sepanjang tahun 2023. Dalam catatan tersebut, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Persetubuhan mendominasi dalam kasus kekerasan itu.
Seorang pria berinisial IS (55) asal Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro tega mencabuli seorang bocah TK (S) yang masih berusia 6 tahun. Akibat perbuatan bejatnya, pelaku dikenakan sangkaan pidana dengan penjara paling lama 15 tahun.
Aliansi Perlindungan Perempuan dan Anak (APPA) sayangkan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang beberapa bulan ini masih terjadi di Kabupaten Bojonegoro.
Satgas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membenarkan jika anak korban kekerasan seksual takut untuk melapor pada orangtua, apalagi jika korban masih balita. Bagaimana ya cara mengenalinya?
Saat ini marak kekerasan terhadap anak. Menanggapi hal ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengatakan pencegahan merupakan kunci utama dalam menyelesaikan kasus-kasus terkait perlindungan anak.
Atas terjadinya insiden penganiayaan peserta konvoi kepada 2 wartawan Bojonegoro pada Kamis (5/1/2023) malam, Pengurus Paguyuban Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) meminta maaf yang mendalam dan sebesar besarnya kepada dua awak media yang mengalami tindakan pengeroyokan dari para pemuda yang diduga oknum pesilat saat melakukan konvoi tersebut.
Adanya tindakan kekerasan dialami oleh Reporter blokBojonegoro.com Rizki Nur Diansyah, dan Jurnalis media siber JatimNow.com, Misbahul Munir oleh peserta konvoi pada Kamis (5/1/2023), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur (Jatim) mendesak aparat kepolisian untuk mengusut kasus pengeroyokan tersebut.
Organisasi profesi wartawan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kabupaten Bojonegoro mengecam tindakan kekerasan berupa pengeroyokan, yang dilakukan sejumlah peserta konvoi terhadap 2 orang wartawan saat melakukan peliputan.