Dinas Kesehatan Bojonegoro Bentuk Tim Pengawas Jajanan Puasa
Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro membentuk tim untuk mengawasi jajanan berbuka puasa, guna mengantisipasi makanan berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro membentuk tim untuk mengawasi jajanan berbuka puasa, guna mengantisipasi makanan berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Salah satu permasalahan umum saat menjalankan ibadah puasa adalah bau mulut tak sedap.
Saat berpuasa, tentu ada sebagian orang yang memiliki rasa malas beraktivitas, hal itu akan semakin terasa ketika menjelang buka puasa. Bagi yang malas melakukan kegiatan, bahkan malas memasak menu buka puasa, gimana dong solusinya?.
Para ahli setuju jika radiasi sinar matahari, stres, dan gen adalah faktor penyebab penuaan. Namun, bagaimana dengan makanan yang kita konsumsi?
Musim kemarau baru saja terjadi beberapa minggu ini. Namun, kekeringan sudah mulai tampak terlihat, seprti yang terjadi pada embung di Desa Glagah, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.
Perlu diketahui suntikan ada tiga jenis: 1.Suntikan melalui kulit (Intra cutan) misalnya suntikan Insulin 2.Suntikan melalui otot (Intra muscular) misalnya suntik antihistamin dan beberapa jenis vaksinasi 3.Suntikan melalui pembuluh darah (intra vena) misalnya antinyeri, infus dan vitamin.
Satu hari menjelang Ramadan harga kelapa mengalami kenaikan. Kenaikan kelapa berkisar anatara Rp1.500 hingga Rp2.000 per buah.
Pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mendapatkan potongan jam kerja satu jam selama bulan Ramadan. Hal ini berdasarkan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Pemkab Bojonegoro dengan nomor 800/2036/412.301/2018 yang menindaklanjuti Surat Edaran Menpan-RB.
Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro agar bersiap dilanda kemarau bulan Mei ini. Setelah adanya Surat Edaran dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Malang , Nomor : KT.304/059/KLMG/III/2018 yang diterima Pemkab Bojonegoro, Rabu (16/5/2018).
Memasuki musim kemarau tahun 2018 ini yang diprediksi mulai pada bulan Mei hingga Oktober mendatang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, telah menganggarkan sebesar Rp5 Milyar untuk 23 Kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Timur.