Skip to main content

Category : Tag: Ke


HAB Kemenag ke-80 Tahun 2025

Ribuan Peserta Meriahkan Fun Walk GRB Hari Amal Bhakti ke-80 Kemenag di Bojonegoro

Ribuan peserta dari keluarga besar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro memadati halaman MAN 2 Bojonegoro, Kamis (18/12/2025) pagi, untuk mengikuti Fun Walk GRB dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia.

Prof. Dr.Hj. Umi Hanifah, S.Ag., M.Pd.I.

Dahsyat..! Putri Warga Bulaklo Balen Jadi Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya

Jelang akhir tahun 2025, UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mengukuhkan Guru Besar dari berbagai disiplin ilmu beberapa hari lalu. Total ada tujuh Guru Besar yang sedianya akan dikukuhkan pada Selasa, 23 Desember 2025. Pengukuhan ini menggenapi total Guru Besar UINSA menjadi 122 Profesor.

Tanamkan Wasbang Sejak Dini, Babinsa Bojonegoro Bekali Ribuan Pelajar

Jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0813 Bojonegoro terus bergerak melaksanakan pembinaan karakter terhadap generasi muda di wilayah binaan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan generasi penerus bangsa yang tangguh, disiplin, dan berjiwa patriotisme.

Kabar Duka

Bojonegoro Berduka! Sang Da'i "Merdeka", Kiai Safarun Wafat

Kabupaten Bojonegoro kembali kehilangan kiai yang juga pendakwah bersahaja di masyarakat. Pagi tadi, kabar wafatnya KH. Safarun, S.Pd.I, asal Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, menggegerkan media sosial di Bojonegoro.

Koperasi Berbasis Keagamaan

Kemenag-Kemenkop Sepakati Penguatan Koperasi Pesantren dan Rumah Ibadah

Kementerian Koperasi  dan Kementerian Agama menyepakati kerja sama penguatan koperasi berbasis keagamaan. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama, di Tangerang.

Penasihat Ahli Menteri Agama

Nur Syam Ingatkan Ancaman Kekerasan Ekstrem di Ruang Keagamaan

Akdemisi yang sekaligus Penasihat Ahli Menteri Agama, Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si mengungkapkan bahwa di tengah tingginya tingkat religiusitas masyarakat Indonesia, sejumlah hasil survei menunjukkan masih ada pandangan yang membenarkan kekerasan atas nama agama.