Menjelang masuknya hari pertama sekolah pada tahun ajaran baru 2019/2020, sejumlah pedagang perlengkapan sekolah di sejumlah pasar dan toko-toko di Kota Bojonegoro kebanjiran pembeli.
Usaha ikan hias di pinggir jalan bisa dibilang cukup menjanjikan. Bagaimana tidak, dalam sehari saja Rp.400 Ribu hingga Rp.500 Ribu bisa dikantongi Bagus, PKL yang berjualan di Jalan Mas Tumapel Kota Bojonegoro. Kebanyakan pembeli adalah anak-anak, ada juga orang dewasa yang suka dengan ikan hias. Tiap hari Bagus mulai berdagang pukul 09.00 hingga 15.00 Wib. Sekali ia beli ikan hias dari Blitar, ia mengeluarkan budget Rp.2 Juta. Tentu apabila dikalkulasi dengan untung yang didapat akan berlipat. Yang menjadi tantangan saat menjual ikan hias adalah ketika mendapat ikan yang lemas ataupun sakit saat dikirim dari Kabupaten Blitar. Ikan yang dijual pun bervariasi mulai dari ikan mas, koki, koi dan lainnya. Harga mulai Rp.5 ribu hingga Rp.20 ribu tergantung jenis dan juga besar ikan.
Sebelum dibangun, bangunan pasar Kecamatan Kedungadem masih semi permanen. Namun sekarang pemandangan sudah berubah drastis. Pasar Kedungadem sudah berbeda penampakannya.
Berkah dari musim hujan turut dirasakan oleh sejumlah masyarakat, tak hanya jasa cuci motor dan mobil, keberkahan tersebut juga tampak dirasakan oleh para pedagang jas hujan yang ada di Bojonegoro.
Setiap hujan turun setelah musim kemarau, warga di sekitar hutan Bojonegoro ramai-ramai mencari entung atau ulat jati. Selain untuk dimakan sendiri, ternyata entung tersebut juga ramai diburu oleh warga luar daerah
Panen tembakau saat ini sudah memasuki masa petik ke 5 atau sudah masuk petik daun tembakau tenggok atau pucuk. Pada masa petik tersebut, harga jual tembakau rajangan kering laku seharga 25 ribu perkilogramnya.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak peternak kambing yang menjual kambingnya di tepi jalan. Lasimin (48), laki-laki asal Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro ini salah satunya. Setiap menjelang hari raya Idul Adha selalu berjualan kambing tepat di Desa Kalianyar. Tahun ini, pria 48 tahun itu menjual kambing-kambing nya yang siap di jadikan kurban sebanyak 28 ekor.
H+7 lebaran bagi masyarakat Bojonegoro identik dengan hari raya ketupat. Oleh karenya banyak masyarakat Bojonegoro memperingati untuk memanjatkan doa sekaligus mengirim doa bagi para leluhur.
Untuk menyambut lebaran, tentu sebagian masyarakat sibuk untuk membersihkan rumah serta mempercantik rumah. Salah satunya dengan menghias rumah dengan bunga hias.