Kolom
Guru yang Mendidik dengan Cinta
“We don't need no education Wе don't need no thought control No dark sarcasm in the classroom Teachers, lеave them kids alone Hey! Teacher! Leave us kids alone! All in all, you're just another brick in the wall”
“We don't need no education Wе don't need no thought control No dark sarcasm in the classroom Teachers, lеave them kids alone Hey! Teacher! Leave us kids alone! All in all, you're just another brick in the wall”
Sosok Nurlila seorang guru Bahasa Jawa dan Seni Budaya di SMPN 5 Bojonegoro menjadi potret nyata pendidik inspiratif. Ia bukan hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga menyalakan kembali cinta terhadap seni tradisi di hati para siswanya.
Suasana Hari Guru di SMKN Sugihwaras terasa berbeda ketika para siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) turun langsung memberikan layanan cuci kendaraan murah khusus untuk guru. Dengan sigap dan penuh antusias, mereka membersihkan motor para guru sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih melalui cara yang paling mereka kuasai: keterampilan otomotif.
Hari Guru Nasional menjadi momen yang istimewa bagi seluruh warga SMKN Sugihwaras. Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi semangat penghormatan yang tidak diwujudkan melalui hadiah, tetapi lewat karya dan praktik pembelajaran yang diperlihatkan siswa. Kepala SMKN Sugihwaras, Umi Kulsum, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa inilah bentuk apresiasi yang paling tulus bagi para guru.
Dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional, para guru SMKN Sugihwaras Bojonegoro mempersembahkan sebuah drama pendidikan yang menggambarkan kehidupan dan tantangan keseharian siswa SMK. Drama tersebut menjadi salah satu momen paling menarik perhatian di antara seluruh rangkaian kegiatan Hari Guru tahun ini.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa kesejahteraan guru terus menunjukkan perkembangan signifikan, termasuk melalui perluasan program Peandidikan Profesi Guru (PPG) yang tahun ini meningkat hingga 700 persen.
Tak banyak orang yang pulang ke kampung halaman dengan membawa misi sebesar yang dibawa Sulaiman, warga Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro. Pada momentum Hari Guru tahun ini, kisahnya layak menjadi pengingat bahwa seorang guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga membuka jalan pendidikan di tempat yang belum memilikinya.
Suasana serius namun penuh semangat terlihat dalam cabang Lomba Catur Matsada Fest 1 MTs Abu Darrin 2025, Minggu (23/11/2025). Puluhan peserta dari tingkat SD/MI se-Karesidenan Bojonegoro tampak fokus menatap papan catur ketika pertandingan berlangsung di salah satu ruang kelas Kampus D MTs Abu Darrin.
Gelaran perdana Matsada Fest 1 di Kampus D MTs Abu Darrin Yayasan Pendidikan Abu Darrin, Sumbertlaseh, Dander, Minggu (23/11/2025), langsung meledak dengan antusias peserta dari Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Total 580 peserta meramaikan tujuh kategori lomba yang digelar di kawasan kampus MTs Abu Darrin.
Dalam waktu dekat, Kementerian Agama tahun ini akan menggelar Anugerah Kantor Urusan Agama (KUA) 2025. Ini menjadi ajang apresiasi bagi KUA yang menekankan penguatan kelembagaan dan peningkatan mutu layanan publik.