1 Abad NU
Puluhan Ribu Jamaah NU Tumpah Ruah di Stadion Gajayana
Sejak kemarin malam, secara bergelombang puluhan ribu jamaah Nahdlatul Ulama (NU) mulai bergeser ke lokasi utama acara Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur.
Sejak kemarin malam, secara bergelombang puluhan ribu jamaah Nahdlatul Ulama (NU) mulai bergeser ke lokasi utama acara Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur.
Puluhan peserta Ziarah Muassis Nahdlatul Ulama (NU) dari rombongan PCNU Bojonegoro bersama Bannom/Lembaga, Jumat (31/10/2025) malam. Kegiatan tersebut dalam rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2025.
Malam penuh berkah menyelimuti Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Jumat (31/10/2025). Rombongan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro bersama Banom dan lembaga datang bersilaturahmi dalam rangkaian Ziarah Muassis NU yang menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025.
Sejak pukul 07.30 WIB, alumni dari berbagai angkatan, mulai tahun 1976 sampai 2025 yang baru lulus berkumpul semuanya di lokasi acara. Daya tarik kali ini adalah ijazah kubro kitab karangan pendiri Ponpes Attanwir, Romo Yai Sholeh.
Masih dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan atas langkah inovatif dalam mengatasi persoalan penyerahan ijazah kepada lulusan SMA dan SMK Negeri.
Setiap sekolah SMA/SMK/PK-PLK Negeri melarang melakukan penahanan ijazah dengan alasan apapun. Hal itu disampaiakan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Provinsi Jawa Timur wilayah Bojonegoro Hidayat Rahman menindaklanjuti arahan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Timur.
Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim, Sri Wahyuni melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke SMAN 4 Bojonegoro yang diduga melakukan penahanan ijazah siswanya.
Beredar informasi di media sosial (Medsos) Instagram, sejumlah ijazah siswa salah satu SMA Negeri di Bojonegoro ditahan pihak sekolah. Ditahannya ijazah sejumlah siswa ini, dikabarkan karena masih memiliki tunggakan uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP).
Memulai berbicara, Syaikh Muhammad Fadhil mengaku sangat senang sekali, yang kesekian kalinya ke Indonesia. “Terimakasih matur suwun,†ujar Syaikh Fadhil menirukan logat orang Indonesia, saat mengisi tausyiyah.
Kegiatan yang mendatangkan cicit generasi ke 24 Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani bertempat di masjid ponpes terbesar di Kabupaten Bojonegoro itu, Kamis, (9/1/2025). Tampak, Syaikh Fadhil memberikan tausyiyah dan ijazah kubro.