Pada tahun 1948, putra daerah Kabupaten Bojonegoro menorehkan prestasi membanggakan di Akademi Militer (Akmil) Yogyakarta. Adalah Sayidiman Suryohadiprodjo, waktu itu adalah salah satu lulusan terbaik di Kota Pelajar.
Setiap orang tua umumnya berusaha keras menjaga anak dari gigitan nyamuk. Sebab, tidak hanya mendatangkan gatal dan bekas luka yang kadang-kadang tak mudah hilang. Tetapi gigitan nyamuk juga membawa risiko penyakit berbahaya, seperti demam berdarah, chikungunya, maupun malaria.
Menyenangkan mertua bisa gampang-gampang susah. Susah kalau mertua Anda gampang curiga. Seperti ibu mertua dari Jovita misalnya, menantu cepat hamil bukannya senang tapi malah curiga. Apa alasannya? Berikut ceritanya.
Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah menimbulkan global shock. Virus yang diidentifikasi berasal dari Wuhan, China ini telah menyebar dan menjelma menjadi wabah atau pandemi Internasional. Ratusan negara telah terpapar virus ini tidak terkecuali Indonesia. Karena penyebaran virus ini yang begitu cepat dan menimbulkan banyak korban, maka pemerintah Indonesia juga segera mengambil beberapa kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini. Mulai dari pembatasan sosial (sosial distancing), pembatasan jarak fisik (physical distancing), hingga himbauan untuk tetap berada di rumah dan melaksanakan segala aktivitas mulai bekerja, beribadah, dan belajar dari rumah.
Di masa pandemi COVID-19, asupan nutrisi anak harus benar-benar diperhatikan agar imunitasnya terjaga. Sebab, bila daya tahan tubuhnya bagus, si kecil tidak akan mudah sakit di tengah kondisi pandemi.
Belakangan ini, banyak orang yang mulai berkebun di rumah meski dengan lahan seadanya. Tujuannya beragam, mulai dari melanjutkan hobi yang sempat tertunda, cara untuk melepas rasa bosan dan stres, sampai menanam sayuran yang memang akan dikonsumsi.