blokBojonegoroTV
Beras di Gudang Bulog 3500 Ton Cukup untuk Ramadhan
Beras di Gudang Bulog 3500 Ton Cukup untuk Ramadhan
Beras di Gudang Bulog 3500 Ton Cukup untuk Ramadhan
Polres Bojonegoro bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bojonegoro melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di dua gudang beras Bulog Kecamatan Kalitidu dan Kecamatan Ngasem, Kamis (22/2/2024) siang.
Akhir Tahun Forkopimda Bojonegoro Sidak Stok Bahan Pokok
Stok beras di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro melimpah, hal itu menyebabkan harga beras dari kualitas biasa hingga premium berangsur-angsur turun. Bagaimana tidak, pasalnya sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro mengalami panen raya.
Harga beras di pasar tradisional Kabupaten Bojonegoro merangkak naik di harga Rp10.500 perkilogram atau naik 500 hingga 1.000 rupiah, sejak tiga pekan terakhir. Untuk menstabilkan harga, Badan Urusan Logistik (Bulog) Bojonegoro menggelontorkan stok beras ke pasar.
Panen padi yang dilakukan oleh petani di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Bojonegoro termasuk Kecamatan Dander, membuat harga beras yang ada di pasaran berangsur turun.
Meski baru sebagian petani di wilayah Kabupaten Bojonegoro yang mulai melakukan panen padi, namun hal itu sudah mulai berdampak terdahap harga beras. Seperti yang di wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro.
Harga beras akhir-akhir ini memang terpantau terus melambung, tak hanya di kota, di wilayah Bojonegoro bagian selatan saat ini harga kebutuhan pokok rumah tangga itu terpantu terus naik. Harga beras saat ini dikisaran Rp11.000 hingga 12.000 perkilogramnya.
Semakin mahalnya harga beras di Kabupaten Bojonegoro yang melampaui Harta Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp9,500, berakibat tidak sedikit masyarakat Kota Ledre (Sebutan Kabupaten Bojonegoro) yang keberatan. Sehingga, dinas terkait menggelar operasi pasar, sebagai upaya untuk meringankan bahkan menstabilkan harga beras yang mencapai Rp11 ribu, bahkan ada yang lebih.
Melambungnya sejumlah harga kebutuhan pokok tidak terkecuali harga beras yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Pemerintah sebesar Rp9.500, membuat masyarakat Bojonegoro kian menjerit.