Suasana “Sinau Bareng” bersama budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun di Festival Banyuurip yang ada di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, begitu gayeng. Bahkan, saat baru dimulai, Cak Nun sudah bisa membius ribuan warga yang hadir.
Salah satu jalur Atlantis atau Negara yang kaya dengan harta maupun sumber daya alamnya, yang hilang pada zaman dahulu karena tenggelam, ternya melintasi Kabupaten Bojonegoro.
Memperingati Milad yang ke-5 Kecamatan Gayam menggelar acara Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng di Lapangan Desa Gayam malam ini, Minggu (5/11/2017). Acara yang juga merupakan rangkaian Festival Banyu Urip disambut antusias masyarakat umum yang berbondong-bondong memenuhi tempat kegiatan.
Para pecinta MH. Ainun Najib atau yang biasa disapa Cak Nun, sudah mulai berduyun-duyun datang ke Lapangan Sepak Bola Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan yang biasa disebut 'Sinau Bareng' itu, ternyata menarik banyak elemen masyarakat baik dari Bojonegoro sendiri maupun luar.
Menginjak usia ke-340, Bojonegoro dan masyarakatnya sudah semakin tumbuh. Nama Kabupaten Bojonegoro kini sudah sangat familiar di telinga masyarakat nusantara. Prestasi demi prestasi diraih Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Angka kemiskinan menurun, pendapatan daerah meningkat. Geliat ekonomi masyarakat tumbuh dan berkembang seiring dengan bergulirnya industri minyak dan gas bumi di kota ledre ini. “Meski masih ada yang harus dievaluasi dan perlu inovasi, namun kita patut berbangga dengan semangat positif dan kemandirian masyarakat yang semakin hari kian meningkat,” ucap Bupati DR. Suyoto, M.Si.
Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kecamatan Gayam dan UPT Pendidikan wilayah 10 Kecamatan Gayam dan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengunjungi Lapangan Banyuurip, pada Rabu (25/10/2017).
Mata anak-anak tak bisa lepas dari layar di depan mereka. Proyeksi di layar menampilkan bagaimana proses pencarian sampai pengambilan minyak mentah dari dalam tanah. Kegiatan ini merupakan serangkaian program ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang bekerja sama dengan yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro (YKIB) bertajuk belajar energi migas di SMP Negeri 1 Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro pada Kamis (19/10/2017).
Keberadaan Pusat Informasi Kesehatan (PIK) yang diinisiasi oleh operator Lapangan Migas Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan bermitra dengan Kampus Ungu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (STIKes ICsada) Bojonegoro, dirasakan manfaatnya oleh warga. PIK ini merupakan bagian dari Program “Aku Sehat”.
Pemeriksaan dan pengobatan gratis kembali dilakukan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Kampus Ungu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes ICsada) Bojonegoro. Kali ini berlangsung di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
Berawal dari lupa mematikan api dari tumpukan jerami di kandang sapi ternyata berakibat fatal. Dalam sekejap api membakar kandang milik Joko Ibrahim (36) warga Desa Katur, Kecamatan Gayam, Bojonegoro (20/9/2017) sore tadi.