Harga Gabah Anjlok, Petani Meradang
Sejumlah petani di Kabupaten Bojonegoro mengeluhkan anjloknya harga gabah yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Harga gabah saat ini anjlok mencapai Rp3.600 per kilogramnya.
Sejumlah petani di Kabupaten Bojonegoro mengeluhkan anjloknya harga gabah yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Harga gabah saat ini anjlok mencapai Rp3.600 per kilogramnya.
Banyaknya petani yang keluhkan penurunan harga gabah dikarenakan hasil panen yang kurang memuaskan, kini penjual beras juga keluhkan penurunan harga.
Musim panen kali ini bisa dikatakan panen yang tidak menyenangkan bagi para petani padi di Kabupaten Bojonegoro, lantaran harga gabah saat ini sedang anjlok. Akan tetapi hal berbeda dirasakan oleh petani melon di Bojonegoro. Pasalnya hasil panen mereka saat ini bisa dikatakan melimpah dengan harga yang lumayan bagus.
Sejumlah petani padi di beberapa wilayah telah masuk masa panen. Harga jual padi terbilang cukup stabil, yakni masih di atas harga yang ditetapkan pemerintah.
Di tengah pandemi Corona para petani padi di beberapa kecamatan telah masuk masa panen. Meski begitu, para petani tersebut mengeluh karena harga gabah terus turun.
Harga gabah di Desa Kedungprimpen Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro, pada awal masa panen padi melambung hingga berkisar Rp5.300 sampai Rp5.500/kg. Namun mahalnya harga gabah tersebut membuat para petani sangat senang.
Hasil panen padi yang diletakkan di pinggir jalan memancing para pelaku tindak kejahatan untuk mencurinya. Hal itu seperti yang dilakukan oleh pelaku inisial BI dengan mengangkut gabah hasil panen milik petani yang ditinggal pemiliknya.
Petani padi di wilayah Kecamatan Kapas, Kabupaten Kabupaten Bojonegoro belakangan ini dilanda keresahan. Pasalnya, harga jual gabah petani turun. Akibatnya petani gabah di beberapa desa di Kecamatan Kapas dipastikan bakal merugi.
Hingga saat ini, persawahan di wilayah Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro masih dalam masa panen. Hal itu menjadi berkah tersendiri bagi petani, sebab harga padi juga tinggi.
Perasaan Sugeng, petani asal Desa/Kecamatan Bubulan terlihat lega. Sebab, padi yang ia tenam telah panen semua. Di sisi lain harga gabah saat ini di daerah setempat juga sedang bersahabat.