Bom Surabaya Libatkan Anak, BP3AKB Sebut; Salah Orang Tua
Tragedi teror bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya beberapa hari yang lalu masih menyisakan pilu. Sebab pelaku juga melibatkan perempuan dan anak dibawah umur.
Tragedi teror bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya beberapa hari yang lalu masih menyisakan pilu. Sebab pelaku juga melibatkan perempuan dan anak dibawah umur.
Serangkaian aksi teror yang terjadi di Kota Surabaya Jawa Timur, begitu menyayat hati segenap warga Negara Indonesia. Aksi terorisme yang menyebabkan sekitar 13 nyawa melayang dan puluhan korban luka-luka tersebut mendapat kecaman dari suporter Persibo Bojonegoro, Boromania.
Saat Al Qaeda melakukan aksi teror di berbagai belahan dunia, sebagian dari kita mungkin menganggap peristiwa itu nun jauh di sana. Saat Al Qaeda surut dan berganti dengan “Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL)” atau “Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)”, pandangan itu relatif tidak berubah.
Aksi terorisme yang menyerang tiga gereja di Surabaya, Rusunawa Sidoarjo, Riau dan lokasi lainnya di Indonesia mendapat kecaman dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro.
Ledakan Bom bunuh diri yang terjadi pada Minggu dan Senin (13-14/5/2018) di Kota Surabaya kemarin masih menjadi perhatian publik. Tak pelak, tempat umum pun turut waspada, salah satunya adalah Terminal Rajakwesi Tipe A Bojonegoro, Jawa Timur, juga turut wapada.
Tragedi serangan bom di Surabaya (13/5/2018), dan rentetan yang terbaru, memantik semangat bersama untuk tidak takut kepada teroris. Bahkan secara khusus tagar (#) kamitidaktakut didengungkan sebagai pengobar semangat agar segenap elemen masyarakat tidak ciut nyali terhadap teroris. Tagar ini juga dalam rangka mengkonsolidasikan segenap elemen tak terkecuali para guru bersatu padu melawan teroris di bumi NKRI ini.
DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Bojonegoro yang mengutuk aksi teror yang terjadi di Surabaya dua hari berturut-turut, Minggu-Senin (13-14/5/2018). Perbuatan teroris tersebut jelas biadab dan tidak bisa ditolerir lagi.
Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro mengimbau kepada seluruh masyarakat Bojonegoro untuk saling menjaga kedamaian. Hal ini disampaikan seiring maraknya bom bunuh diri yang terjadi di Jawa Timur.
Pasca insiden ledakan di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi, Polres Bojonegoro langsung melakukan razia kendaraan bermotor, terutama yang mengarah ke Kota Bojonegoro tepatnya di pertigaan Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Hal itu dilakukan untuk mempersempit gerak teroris yang dimungkinkan melancarkan aksinya di Kota Ledre.
Komisi I DPR RI mengutuk atas serangan bom oleh teroris di Gereja Santa Maria Surabaya yang menewaskan 8 orang dan melukai 38 orang pada Minggu pagi tadi. Aksi biadab tersebut telah melukai perasaan bangsa Indonesia yang selama ini menjunjung tinggi toleransi.