Bersiap Hadapi Potensi Kekeringan BPBD Bojonegoro Siapkan 591 Tangki Air
Musim kemarau merupakan periode yang sering ditandai dengan cuaca panas dan kering, bahkan ekstrim. Sehingga berpotensi terjadi kekeringan hingga krisis air bersih.
Musim kemarau merupakan periode yang sering ditandai dengan cuaca panas dan kering, bahkan ekstrim. Sehingga berpotensi terjadi kekeringan hingga krisis air bersih.
Di musim hujan ini, sebagian warga mengeluhkan bahwa air PDAM miliknya tidak menyala dengan lancar.
HUT ke-26 SMPN 5 Bojonegoro, tahun 2020 ini dikemas cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, terlebih masih dalam masa pandemi covid 19.
Seribuan tangki air bersih disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan saat musim kemarau ini.
Seribuan tangki air bersih disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan saat musim kemarau ini.
Status tanggap darurat bencana kekeringan masih ditetapkan oleh Pemkab Bojonegoro sejak September hingga 30 November 2019.
Kekeringan yang masih melanda wilayah selatan di Kabupaten Bojonegoro membuat banyak pihak turun tangan. Salah satunya dengan cara membantu mengirim air bersih.
Kesulitan air bersih saat musim kemarau, megetuk alumni SMPN 1 angkatan tahun 1983 (Aldega), melaksanakan kegiatan sosial berupa droping air bersih di Desa Balongcabe, Kecamatan Kedungadem, Sabtu (31/8/8/2019).
Musim kemarau panjang di Kabupaten Bojonegoro begitu berat dijalani oleh masyarakat yang berada di wilayah kering. Baik di timur, barat atau selatan jantung Kota Bojonegoro. Bahkan, dari 72 desa yang mengajukan dropping air bersih, sudah 1.855.000 liter air dikirim.
Diprakirakan pada bulan November ini hujan akan turun, dan terbukti beberapa wilayah beberapa kali diguyur hujan. Meski begitu, wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro hingga kini masih terus bertambah.